COVID-19 di RI

(data per 21 September 2020)
248852
Positif
180797
Sembuh
9677
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Ketahui Tonggak Perkembangan Anak 2 Tahun

Hellofit

Memantau perkembangan anak dapat dilakukan sembari mempelajari milestone atau tonggak perkembangan anak berdasarkan usia. Jika anda memiliki anak dengan usia 2 tahun, ini adalah masa di mana karakter anak mulai berkembang. Dia mulai menjadi dirinya sendiri dan mulai mampu mengatakan tidak pada apa yang anda minta.

Baca Juga: Tips Beri Makan Anak saat GTM

Anda dapat mempelajari tonggak perkembangan anak usia 2 tahun dan mulai mencatat keterampilan mana saja yang sudah dicapai olehnya. Hal ini penting untuk mempertimbangkan stimulasi yang mungkin dilakukan atau berkonsultasi dengan dokter jika masih banyak hal yang belum terlihat dari perkembangan anak anda.

Alih-alih menbandingkan perkembangan anak anda dengan anak orang lain alangkah lebih bijak untuk menghubungi dokter dan mendiskusikan hal mana yang wajar dan tidak wajar dari perkembangan anak anda. Penanganan dini juga dapat dilakukan ketika terdapat perkembangan anak yang tidak umum.

Lantas, apa saja tonggak perkembangan anak pada usia 2 tahun yang perlu anda ketahui?

Kemampuan Sosial dan Emosional

  • Meniru orang lain khususnya orang dewasa atau anak lain yang lebih tua.
  • Semakin bersemangat ketika bersama anak-anak lain
  • Semakin terlihat mandiri seperti ingin mencuci tangannya sendiri tanpa bantuan orangtua.
  • Menunjukkan penolakan untuk apa yang diminta dilakukannya.
  • Bermain di samping anak-anak lain dan mulai melibatkan anak lain dalam permainannya.

Kemampuan Bahasa

  • Menunjukkan benda atau gambar ketika dinamai
  • Mengetahui nama orang yang dikenal dan nama bagian-bagian tubuh
  • Mengatakan kalimat dengan 2 sampai dengan 4 kata
  • Mengikuti instruksi sederhana seperti memintanya menendang bola.
  • Mengulangi kata yang kebetulan terdengar dalam percakapan.
  • Menunjuk sesuatu yang dilihatnya di buku.

Kognitif (Belajar, berpikir, pemecahan masalah)

  • Menemukan sesuatu bahkan ketika sudah disembunyikan
  • Mulai mampu mengelompokkan benda yang berwarna sama dan berbentuk sama
  • Menyelesaikan kalimat atau pantun yang sudah dikenal atau sudah sering dibacakan
  • Melakukan permainan drama atau permainan pura-pura (make-belive games) yang sederhana seperti misalnya memberi minum boneka seolah memerankan ibu dan anak.
  • Membangun menara dari kubus-kubus mainan setinggi  4 blok atau lebih
  • Dapat menggunakan satu tangan lebih banyak dari yang lain.
  • Bisa mengikuti instruksi dua langkah seperti “ambil sepatumu dan letakkan di lemari”
  • Menyebutkan nama gambar pada buku yang ditunjukkan seperti kucing, burung atau anjing.

Gerakan/Pengembangan Fisik

  • Mampu berdiri berjinjit
  • Menendang bola
  • Mulai berlari
  • Naik turun dari furnitur tanpa bantuan
  • Berjalan naik turun tangga dengan memegang handling tangga
  • Melempar bola dengan keras
  • Membuat atau meniru garis dan lingkaran meskipun tidak sempurna

Kapan Saya Perlu Menghubungi Dokter?

Perkembangan anak yang satu dengan yang lain akan berbeda-beda terutama pada keterampilan mana yang lebih dulu dan mana yang dicapainya belakangan. Namun ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan sebagai indikasi keterlambatan perkembangan. Apa sajakah itu?

  • Anak usia 2 tahun tidak berlari atau selalu berjalan dengan kaki bergoncang
  • Tidak berbicara, atau membuat suara vokal tetapi tidak ada konsonan atau kata-kata
  • Tidak mengekspresikan emosi (bahagia, sedih, frustrasi, bersemangat) sebagai respons terhadap orang lain atau lingkungan
  • Tidak terlibat dalam permainan drama atau berpura-pura seperti bertingkah seolah menjadi ibu yang menyuapi boneka
  • Membuat kontak mata yang terbatas

Tanda bahaya perkembangan anak 2 tahun

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menganjurkan agar orangtua mengenal tanda bahaya perkembangan anak yang sederhana untuk mengetahui kapan harus memeriksakan anak ke tenaga kesehatan terdekat. Berikut tanda bahaya perkembangan anak 2 tahun yang sederhana:

  • Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
  • Hiper/hipotonia atau gangguan tonus otot
  • Hiper/hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh
  • Adanya gerakan yang tidak terkontrol
  • Perhatian penglihatan yang inkonsisten
  • Ketidakmampuan membuat frasa yang bermakna
  • Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda
  • Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu memberi respons
  • Kurangnya join attention atau kemampuan berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain
  • Belum ada gabungan 2 kata yang berarti
  • Tidak ada kemampuan bicara dan kemampuan bersosialisasi/interaksi
  • Belum ada kata berarti

(JFS/FS)

Referensi:

https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-2yr.html

https://www.webmd.com/parenting/guide/child-at-2-milestones#1

https://kidshealth.org/en/parents/development-24mos.html

https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak

1 Comment

  1. ปั้มไลค์
    July 19, 2020

    Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

Leave a Reply

More great articles

Dysania - Susah bangun tidur

Sulit Beranjak Dari Tempat Tidur? Bisa Jadi Anda Mengidap Dysania!

Siapa disini yang paling tidak suka bangun pagi? Ayo acungkan tangan..sama, saya juga begitu. Banyak alasan untuk tetap rebahan di…

Selengkapnya

Sudah Tidur 7-8 jam, Bangun Kok Tetap Nggak Segar?

Situasi pandemi memberikan kita banyak pelajaran, terutama tentang pentingnya menjaga kesehatan. Tanpa kesehatan, kita akan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Semua…

Selengkapnya

Bayi Kuning, Apa yang Harus Dilakukan?

Bayi kuning sering terjadi setelah lahir. Terutama yang lahir di bawah 38 minggu karena kadar bilirubin yang tinggi pada darah.…

Selengkapnya
Arrow-up