COVID-19 di RI

(data per 25 Oktober 2020)
389712
Positif
313764
Sembuh
13299
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Cara Aman Disinfeksi Rumah dari COVID-19

Dr. Kezi'ah Wulan Tuerah

Virus Corona yang menyebabkan COVID-19 dapat bertahan hidup pada permukaan benda-benda untuk waktu yang cukup lama. Perkiraan masa hidup virus ini bervariasi pada tiap permukaan yang berbeda. Maka dari itu, pembersihan dan desinfeksi harus menjadi suatu prioritas! Bagaimana caranya? Mari kita simak bersama!

Baca Juga: Saran BPOM tentang Uji Coba Dexamethasone Untuk Pengobatan Covid-19

Berapa lama Corona bisa bertahan pada permukaan?

Ada baiknya kita pahami terlebih dahulu secara jelas berapa lama coronavirus ini bisa bertahan hidup pada permukaan yang berbeda-beda. Ini penting supaya kita bisa lebih sadar dan lebih niat untuk melakukan pembersihan secara teratur.

Permukaan yang berbeda:
• Logam
Contoh: gagang pintu, perhiasan, perangkat makan
Waktu bertahan: 5 hari
• Kayu
Contoh: perabotan, pintu
Waktu bertahan: 4 hari
• Plastik
Contoh: kotak makan delivery, botol, tas, beberapa perabotan seperti kursi
Waktu bertahan: 2-3 hari
• Besi tahan karat
Contoh: kulkas, alat-alat masak, bak cuci piring, botol
Waktu bertahan: 2-3 hari
• Cardboard
Contoh: kotak pengiriman dari online shop
Waktu bertahan: 24 jam
• Tembaga
Contoh: koin, ceret, alat-alat masak
Waktu bertahan: 4 jam
• Aluminium
Contoh: kaleng, kertas timah, botol minum
Waktu bertahan: 2-8 jam
• Kaca
Contoh: gelas, jendela, pintu kaca, kaca
Waktu bertahan: 5 hari
• Keramik
Contoh: lantai, alat-alat makan
Waktu bertahan: 5 hari
• Kertas
Contoh: buku, koran, surat

Waktu bertahan: bervariasi, beberapa menit hingga 5 hari

• Kain
Contoh: baju, gorden, sofa
Waktu bertahan: belum banyak penelitian yang dilakukan, tetapi kemungkinan besar tidak akan selama pada permukaan keras
• Kulit dan rambut
Belum ada penelitian tentang berapa lama virus bisa bertahan pada kulit dan rambut manusia. Maka penting untuk sering cuci dan desinfeksi tangan yang sering terkontaminasi oleh berbagai permukaan.

Apa yang bisa kita lakukan?

Sobatfit harus mengerti bahwa menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cleaning (pembersihan) dan disinfecting (desinfeksi) merupakan dua hal yang berbeda, tetapi sama-sama penting.

Cleaning (pembersihan): pemindahan atau pembuangan kuman dan kotoran dari permukaan. Hal ini tidak membunuh kuman, melainkan memindahkannya, dan dengan itu mengurangi jumlah dan risiko penyebaran infeksi. Biasanya ini dilakukan dengan menggunakan sabun dan air. Disinfecting (desinfeksi): menggunakan bahan-bahan kimia yang sudah disetujui oleh U.S. Enviromental Protection Agency (EPA), untuk membunuh dan membasmi kuman pada permukaan.

Proses ini tidak membersihkan permukaan kotor ataupun memindahkan kuman, tetapi dengan membunuh kuman pada permukaan tersebut. Hal ini dapat lebih lanjut mengurangi risiko penyebaran infeksi.

Jadi, mana yang lebih baik? Pembersihan atau desinfeksi? Seperti yang tertera pada paragraf di atas, bila memungkinkan, sebaiknya pembersihan dan desinfeksi dilakukan secara bertahap (bukan hanya salah satunya). Tidak terlalu masalah mana yang terlebih dahulu dilakukan Sobatfit, yang penting keduanya terlaksana. Tetapi, apabila permukaan tersebut sudah jelas tampak kotor, maka sebaiknya dilakukan pembersihan terlebih dahulu.

Cara pembersihan dan desinfeksi yang benar

Perlindungan diri

Hampir semua cairan desinfektan bersifat kaustik, korosif, dan berbahaya, sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa cairan tersebut tidak langsung mengenai kulit, mulut, mata, ataupun hidung kita. Maka dari itu, pastikan mengikuti beberapa tips tetap aman saat desinfeksi:

  1. Pakailah baju yang kalian tidak permasalahkan bila menjadi kotor dan ikatlah rambut ke belakang.
  2. Kenakan proteksi kulit (seperti sarung tangan) dan penutup mata (seperti kacamata).
  3. Pastikan ventilasi cukup pada ruangan yang akan dibersihkan
  4. Gunakan jumlah desinfektan yang sesuai peraturan
  5. Encerkan dengan air
  6. Hindari mencampuri satu bahan disinfektan dengan bahan kimia lain
  7. Berikan label pada botol disinfektan
  8. Simpan botol desinfektan jauh dari jangkauan anak-anak

Jangan pernah mengonsumsi, menghirup langsung, menginjeksi bahan-bahan tersebut ke dalam tubuh, ataupun menyemprot langsung ke kulit kita, atau binatang peliharaan kita, karena dapat menjadi fatal. Ini alasan kenapa bilik desinfektan sangat tidak di sarankan untuk digunakan tempat umum.

Apa saja yang bisa digunakan sebagai cairan desinfektan menurut CDC?

Pemutih (contoh: bycln):

• Pastikan konsentrasi natrium hipoklorit sebanyak 5-6%, dan tidak kedaluwarsa.

• Jangan pernah mencampur dengan produk pembersih lainnya, terutama produk yang mengandung amonia, alcohol, dan zat yang bersifat asam. Bila di campur, akan
menghasilkan gas yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan sakit tenggorokan, sesak napas, pusing, pingsan bahkan kematian.

• Setelah menyemprot, biarkan di atas permukaan minimal selama 1 menit sebelum di lap.

Cara pembuatan:

Perbandingan dengan air harus 1: 47. 5 Misalnya: pemutih 20 ml + air biasa 950 ml (gunakan air biasa, jangan air panas ataupun dingin)

• Ingat! Cairan klorin akan kehilangan keefektifannya dengan cepat bila terpapar dengan
sinar dan panas matahari. Sehingga cairan desinfektan ini, hanya bertahan selama
24jam setelah pembuatan.

• Setelah melakukan desinfeksi dan dibiarkan selama 1 menit pada permukaan, ada baiknya permukaan tersebut kembali di cuci dengan sabun dan air, terutama bila memiliki anak kecil atau binatang peliharaan.

Alkohol

• Alkohol yang digunakan harus berkonsentrasi 70-90%. Bila kurang dari 70%, tidak akan efektif untuk penetrasi tubuh bakteri atau virus, sehingga tidak dapat membunuhnya. Sebaliknya, bila lebih dari 90%, bisa untuk membunuh bakteri atau virus tetapi membutuhkan lebih banyak waktu.

• Ingat! Jangan karena kalian mau menghemat larutan alkohol 70% kalian, kemudian di
campur dengan air. Bila tercampur lagi dengan air, maka larutan tersebut sudah bukan lagi alkohol 70% dan tidak akan efektif terhadap COVID-19.

Selamat bersih-bersih, dan salam sehat new normal, Sobatfit!

dr. Kezi’ah Wulan Tuerah
Siloam Hospitals Jember
Interest: Pulmonology, Neurology

Referensi:

Nazario, Brunilda. “How Long Does the Coronavirus Live on Surfaces?” WebMD, WebMD, 9 June 2020, www.webmd.com/lung/how-long-covid-19-lives-on-surfaces.

“Cleaning and Disinfection for Households.” Centers for Disease Control and Prevention,
Centers for Disease Control and Prevention, 27 May 2020,

www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/cleaning-disinfection.html.
“Cleaning And Disinfecting Your Home.” Centers for Disease Control and Prevention, Centers for Disease Control and Prevention, 27 May 2020,

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/disinfecting-your-home.html.

Alma, Lori. “How to Make Your Own Disinfectant Bleach Solution.” Verywell Health, 18 Mar. 2020, www.verywellhealth.com/make-your-own-disinfectant-solution-998274.
Aaron, et al. “Why Is 70% Isopropyl Alcohol (IPA) a Better Disinfectant than 99% Isopropanol, and What Is IPA Used For?” Production Automation Station, 9 June 2020,

https://blog.gotopac.com/2017/05/15/why-is-70-isopropyl-alcohol-ipa-a-better-
disinfectant-than-99-isopropanol-and-what-is-ipa-used-for/

1 Comment

  1. ปั้มไลค์
    June 20, 2020

    Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

Leave a Reply

More great articles

Manfaat Pisang bagi Tubuh Kita

Siapa yang tidak kenal dengan buah kuning melengkung dengan rasa yang manis ini? Ya, pisang memang salah satu buah yang…

Selengkapnya

Hindari Tiga Kebiasaan Buruk Dalam Mencuci Tangan

Rajin mencuci tangan merupakan salah satu pelajaran berharga yang kita peroleh selama masa pandemi Covid-19. Kendati sepele, mencuci tangan merupakan…

Selengkapnya

Tips Aman Keluar Rumah Saat Pandemi COVID-19

Seluruh dunia saat ini sedang dihantui pandemi COVID-19. Reaksi setiap negara pun berbeda-beda, ada beberapa yang lockdown, dan ada juga…

Selengkapnya
Arrow-up