COVID-19 di RI

(data per 24 November 2020)
506302
Positif
425313
Sembuh
16111
Meninggal
Pencegahan Info Kasus
Corona Virus - COVID-19

#DuaAja: Inilah Prinsip Utama untuk Hadapi Corona Bersama-sama!

Hellofit

2 bulan sejak kasus corona pertama di Indonesia, mungkin tidak sedikit orang yang akhirnya menjadi paranoid, atau bahkan ada yang malah menjadi apatis (cuek) dan sebodo teuing karena sudah mendengar, membaca dan mengetahui beberapa (bahkan mungkin terlalu banyak) hal mengenai Severe Acute Respiratory Syndrome-Corona virus 2 (SARS-CoV-2).

Sebenarnya, kita cukup memegang prinsip-prinsip utama yang paling penting seputar Corona, dan tidak perlu berpikir berlebihan, apalagi panik. Ingat saja kalilmat ini; “Waspada, tetapi tidak panik; Tenang, tetapi tidak cuek”.

Tidak perlu banyak, cukup 2 hal berikut:

.
Pahami Inti dari Permasalahannya

Corona virus adalah keluarga besar yang sudah ada sejak lama (anggotanya antara lain virus influenza dan bronkitis, SARS dan MERS).

Kenapa sekarang jadi heboh, padahal sudah lama? Virus selalu bermutasi dengan cepat, dan kebetulan strain (atau ‘aliran’) SARS-CoV-2 yang baru ini jauh lebih efektif dalam menginfeksi manusia ketimbang pendahulunya (MERS dan SARS), meskipun dengan tingkat kematian (fatality rate) yang lebih rendah. Sebenarnya justru karena tingkat kematian covid-19 rendah, membuat dia jauh lebih infeksius dan mudah menyebar (karena hanya sebagian kecil pengidap meninggal, sedangkan yang lain bahkan bisa tidak bergejala). Penyebaran corona yang jauh lebih luas mengakibatkan jumlah orang terinfeksi yang jauh lebih besar, sehingga jumlah kematian akibat covid-19 justru lebih tinggi dari SARS dan MERS.

Case Fatality Rate - COVID-19
Gambar 1. Grafik tingkat kematian (Case Fatality Rate/CFR) dan tingkat infeksius virus. (Gambar dikutip dari the Sun, dengan referensi WHO,CDC dan The Lancet, per 9 Maret 2020)

Kalau begitu, infeksi covid-19 tidak selalu berat dan menakutkan dong… Kenapa jadinya semua heboh dan terkesan kalang kabut? Betul, tidak semua infeksi covid-19 berat dan menakutkan, tapi yang dipermasalahkan dan ditakutkan (terutama oleh tenaga medis dan epidemiolog) adalah overloading atau terbebani melebihi kapasitasnya sistem kesehatan suatu negara. Bila sistem kesehatan sampai mengalami overload, maka seluruh Rumah Sakit dalam negara tersebut akan penuh, ICU dan ventilator habis terpakai, dan orang-orang yang sedang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit, yang sebenarnya tidak mengalami Covid-19, juga akan terdampak (mereka yang membutuhkan operasi karena stroke, usus buntu, kecelakaan mobil, bypass jantung, dlsb).

*Hal inilah yang sudah dan sedang terjadi di Italia saat ini, dan pada minggu-minggu awal di China.

Kenapa bisa kelebihan beban? Bukannya selama ini “semua berjalan seperti biasa sehari-harinya”? Covid-19 adalah virus baru, sehingga 100% penduduk dunia tidak memiliki proteksi apa-apa, sehingga dia bisa menyebar dengan bebas serta sangat luas dan cepat. Meskipun dunia medis sudah mengetahui banyak hal mengenai cara penyebaran, kriteria, bahkan pengobatan (ini merupakan topik tersendiri yang juga akan dibahas Hellofit) untuk SARS-CoV-2, tetapi masih belum cukup data untuk bisa memperkirakan dari awal mana orang yang akan mengalami infeksi ringan, dan mana yang berpotensi memburuk sampai membutuhkan ventilator atau bahkan meninggal. 

(sedikit intermezzo, bila dikemudian hari ada yang bertanya kepada Anda “Memangnya apa yang akan terjadi kalau anak-anak kita tidak divaksin? Tuh sekarang mereka sehat-sehat aja kok” maka “Ingat kejadian Pandemi SARS-CoV-2 tahun 2020? Itu terjadi karena satu virus bebas berkeliaran tanpa ada vaksin yang melindungi” adalah jawaban praktis, realistis dan sempurna *Covid-19 ini baru 1 virus lhoo… vaksin untuk anak di Indonesia saat ini sudah melindungi terhadap SEPULUH bakteri dan virus)

 
Jadi, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Ingat prinsip nomor satu; “Waspada, tetapi tidak panik; Tenang, tetapi tidak cuek”. Memang ada banyak hal yang bisa dilakukan (yakin deh, teman-teman di Whatsapp dan medsos sudah berjubel-jubel forwardnya), tapi kita cukup berpegang pada DUA hal dasar;

  1. Selama masih memungkinkan, jangan kontak dengan siapapun yang tidak tinggal di rumah yang sama dengan Anda. Ini adalah prinsip dibalik lockdown dan PSBB. (Ini termasuk teman satu kompleks, teman nongkrong, bahkan tetangga; tetap jaga tali silaturahmi dengan medsos, tapi jangan bertemu/berbicara secara fisik, sampai pandemi SARS-CoV-2 ini mereda. Intinya, keluar rumah benar-benar hanya untuk membeli kebutuhan dasar. Bila terpaksa perlu keluar rumah, gunakan masker (mohon jangan dibalik proses pikirnya; “karena saya sudah ada masker, jadi tidak apa-apa keluar..hehehe”)
  2. Jaga baik-baik hygiene dasar (Basic Hygiene). Apakah madu Pr*polis, supplemen vitamin, sinar matahari, dlsb ada manfaatnya? Jawabannya “mungkin iya, tetapi kalaupun ya, itu semua sifatnya pelengkap, bukan yang paling utama”. Bila teman-teman mau berusaha ekstra untuk kesehatan, maka jagalah kebersihan dasar sebaik-baiknya. Berikut poin-poin praktis dalam kehidupan sehari-hari;
    • Cuci Tangan sesering mungkin (Studi terbaru pada tahun 2015 di bidang infeksi menunjukkan kita rata-rata menyentuh wajah 23x per menit)
    • Bersihkan alat-alat pribadi yang sering dipegang berulang kali; Kacamata, Pena, Handphone, Dompet, minimal 1x seminggu.
    • Bersihkan alat-alat yang sering dipakai berulang kali setiap harinya, terutama bila digunakan oleh lebih dari satu orang (contoh; Kunci Mobil, Dompet belanjaan dirumah, Gagang pintu, Pegangan Motor, Setir dan Gagang Pintu Mobil)

*Cairan pembersih yang paling efektif dan sederhana adalah campuran sabun dan air. Bila tidak memungkinkan untuk dicuci (contohnya pada handphone) gunakan alcohol swab, atau cairan hand rub.

    • Usahakan tetap berolahraga dan memaksimalkan ventilasi tempat tinggal (baik rumah maupun kamar kos); lakukan olahraga calisthenic, buka pintu/jendela kamar untuk mensirkulasikan udara bila memungkinkan
    • Bila teman-teman masih bekerja diluar (semangat yaa, sesama pekerja esensial T v T ), maka usahakan langsung mandi sehabis pulang kerja. Hindari duduk di kursi, atau kontak antara tubuh/pakaian dengan barang apapun dirumah ketika baru pulang kerja. Pisahkan juga sepatu kerja, dan usahakan jangan mencampur tempat meletakkan sepatu kerja dengan sandal/sepatu lain.

Peganglah kedua prinsip tersebut, dan terus beribadah dan berdoa ditempat tinggal masing-masing yaa teman-teman, baik untuk para petugas medis dilapangan, pembuat kebijakan, maupun mereka yang harus terus bekerja ditengah ini semua. Semoga wabah ini segera berlalu.

#DuaAjaUntukIndonesia! #hellofit #sahabatsehatmu #stayhomestaysafe #staysafe #stayhealthy #corona #covid

Salam Sehat Hellofit!

dr. Edwin Halim

 

Referensi:

“Coronavirus Disease (COVID-19) Pandemic.” World Health Organization, World Health Organization, 13 Apr. 2020.

McIntosh, Kenneth. “Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): Epidemiology, Virology, Clinical Features, Diagnosis, and Prevention.” UpToDate, 10 Apr. 2020.

 

Baca Juga Artikel terkait COVID-19 lainnya: https://hellofit.id/category/covid-19/

2 Comments

  1. Aldi
    April 17, 2020

    Sangat membantu, pencegahan penyebaran harus bermula dari kita

  2. ปั้มไลค์
    July 19, 2020

    Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

Leave a Reply

More great articles

Tetap Waspada, Kasus Covid-19 Masih Terus Meningkat

Menarik untuk mencermati penambahan jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia yang masih relatif tinggi terutama pada saat beberapa daerah mulai…

Selengkapnya

New Normal, Pemkot Bogor Bolehkan Ibadah Asal dengan Protokol Kesehatan

Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang sudah mulai menyesuaikan dengan praktik new normal untuk beberapa kegiatan termasuk kegiatan ibadah.…

Selengkapnya

Panduan Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19 Menurut WHO

Baru-baru ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis buku panduan dasar keahlian psikososial yang disusun oleh Inter Agency Standing Committee (IASC)…

Selengkapnya
Arrow-up