COVID-19 di RI

(data per 21 September 2020)
248852
Positif
180797
Sembuh
9677
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

New Normal, Pemkot Bogor Bolehkan Ibadah Asal dengan Protokol Kesehatan

Hellofit

Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang sudah mulai menyesuaikan dengan praktik new normal untuk beberapa kegiatan termasuk kegiatan ibadah. Kendati demikian, penyesuaian yang dilakukan tidak serta-merta meniadakan aturan PSBB.

Menurut Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim, pelaksanaan new normal tidak serta-merta menghapuskan seluruh aturan PSBB. Peraturan seperti penggunaan masker dan sarung tangan bagi pengendara roda dua masih tetap dijalankan.

Selain itu, tidak boleh berboncengan selain yang satu alamat dengan dibuktikan KTP. Kendaraan roda empat harus menggunakan masker dan membatasi penumpang hanya 50 persen serta seluruh penumpang wajib menggunakan masker dan menjaga jarak.

Sanksi akan tetap dijalankan seperti sanksi teguran tertulis, kerja sosial hingga denda Rp 50.000 sampai Rp 1 juta. Kemudian ada sanksi putar balik bagi pengendara yang tidak memenuhi aturan PSBB.

Belum lama ini Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa pernah menjelaskan pembahasan pelonggaran PSBB dalam rapat internal kabinet. Kepala Bappenas menjelaskan 3 syarat yang perlu dipenuhi daerah agar bisa melonggarkan PSBB.

Pertama, indikator penularan (R0) harus di bawah 1 atau penderita Covid-19 di daerah tersebut tidak sama sekali menularkan kepada orang lain. Syarat R0 ditentukan waktunya sesuai standar WHO yaitu setidaknya dalam waktu 14 hari.  Jika dalam waktu 14 hari R0 di bawah 1 artinya sudah siap melonggarkan PSBB.

Kedua, kapasitas pelayanan kesehatan untuk Covid-19 di daerah tersebut harus 60% dari total kapasitas kesehatan itu sendiri. Jika ada 100 tempat tidur, artinya 60 tempat tidur khusus penderita Covid-19. Jumlah pasien baru harus kurang dari kapasitas tersebut atau kurang dari 60 orang.

Ketiga, kapasitas pengujian tes Covid-19 yang harus bisa dilakukan secara masif untuk mengetahui seberap besar penderita Covid-19 di daerah tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam lima hari berturut-turut Kota Bogor mengalami nihil kasus baru Covid-19. Hal ini merupakan salah satu alasan kuat untuk menyesuaikan diri dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Perlu juga dicatat bahwa pemerintah Kota Bogor tidak sedang melonggarkan PSBB.  

Untuk kegiatan keagamaan mulai diperbolehkan selama mengikuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bogor tentang protokol kesehatan kegiatan keagamaan. Saat ini sudah ada 80 persen masjid di Kota Bogor yang sudah siap dengan protokol kesehatan. Bagi masjid yang belum sesuai dengan persyaratan protokol kesehatan tetap beribadah di rumah.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor KH. Ade Sarmili mengatakan bagi masjid yang belum memenuhi syarat protokol kesehatan, Islam memiliki keringanan lain seperti mengganti shalat Jumat dengan shalat Dzuhur.

Sementara yang sakit atau khawatir terpapar virus boleh tidak menjalankan shalat Jumat atau shalat berjamaah di masjid dengan catatan menjalankan shalat di rumah. Ia juga mengatakan bahwa beribadah dengan menjalankan physical distancing tetap sah dan tidak menjadi persoalan.

Protokol kesehatan di rumah ibadah

Pelaksanaan ibadah di rumah ibadah khususnya di masjid tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Hal ini demi pencegahan penularan Covid-19 di saat melaksanakan ibadah. Ada beberapa protokol kesehatan yang disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya yakni sebagai berikut:

  • Menyediakan sarana cuci tangan menggunakan sabun
  • Melakukan pemeriksaan suhu tubuh Jamaah
  • Wajib menggunakan masker bagi pengurus maupun jamaah
  • Membawa sajadah masing-masing
  • Tidak berjabat tangan dan berpelukan
  • Menerapkan jaga jarak antara sesama jamaah sekitar 2 meter
  • Dianjurkan membaca ayat-ayat pendek
  • Mempersingkat pelaksanaan khutbah
  • Tidak berdesakan ketika masuk atau keluar masjid
  • Dianjurkan membaca Al Quran dari gawai atau mushaf pribadi.
  • Bagi jamaah yang kurang sehat atau memiliki gejala demam, batuk, flu atau sesak nafas tidak diperkenankan ikut kegiatan ibadah berjamaah di masjid.
  • Dihimbau untuk tidak mengajak anak-anak berusia di bawah 15 tahun dan lansia dihimbau tetap beribadah di rumah.

(JFS/FS)

Referensi:

https://m.detik.com/news/berita/d-5033006/jelang-new-normal-begini-protokol-kesehatan-masjid-di-kota-bogor

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-5022717/lengkap-ini-3-syarat-daerah-bisa-longgarkan-psbb

https://otomotif.kompas.com/read/2020/05/20/101200715/saat-penerapan-new-normal-kota-bogor-tak-akan-longgarkan-aturan-psbb

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Temper Tantrum pada Anak

Temper Tantrum pada Anak? Worry no More!

Temper Tantrum pada AnakApakah Sobatfit sudah ada yang menyandang status sebagai papa dan mama muda? Atau mungkin masih dalam perencanaan…

Selengkapnya

Cara Aman Mengonsumsi Lidah Buaya

Barangkali sudah banyak orang yang mengetahui manfaat lidah buaya atau Aloe vera untuk kesehatan dan kecantikan. Tanaman yang berasal dari…

Selengkapnya

Ketahui Penyebab Keguguran Sebelum Minggu Ke-20 Kehamilan

Keguguran merupakan kehilangan janin yang terjadi sebelum minggu ke-20 atau pada saat hamil muda. Ibu yang menyadari dirinya hamil sering…

Selengkapnya
Arrow-up