COVID-19 di RI

(data per 24 November 2020)
506302
Positif
425313
Sembuh
16111
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Panduan New Normal di Tempat Kerja yang perlu Kamu Ketahui

Hellofit

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru saja menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto mengatakan aturan ini diperlukan sebagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan tempat kerja pasca pemberlakukan PSBB dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.  

“Untuk itu pasca-pemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 atau New Normal,” ujarnya sebagaimana dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Dalam aturan terbaru ini akan diatur panduan bagi tempat kerja untuk beradaptasi dan melakukan upaya pencegahan ketika akan mulai beroperasi. Berikut telah dirangkum panduan pencegahan penularan Covid-19 yang dapat dilakukan di tempat kerja sesuai dengan aturan terbaru Kemenkes:

  1. Penerapan kerja dari rumah dan kerja di kantor

Perusahaan perlu mengklasifikasikan pekerja yang sangat urgen bekerja di kantor dan yang masih bisa bekerja di rumah. Dengan demikian, yang bekerja di kantor adalah mereka yang memang tidak memungkinkan mengerjakan tugasnya dari rumah.

  1. Jadwal kerja dan shift

Perusahaan juga perlu memastikan jadwal bekerja agar tidak terlalu panjang untuk memberikan waktu istirahat yang cukup bagi para pekerja. Hal ini berguna untuk menjaga sistem kekebalan tubuh pekerja. Sementara tempat kerja yang memberlakukan sistem shift sebisa mungkin meniadakan shift 3 atau waktu kerja yang dimulai malam hingga pagi hari. Jika tidak memungkinkan shift 3 diberikan bagi pekerja berusia kurang dari 50 tahun.

  1. Pengukuran suhu dan self assessment

Pemberlakukan pengukuran suhu tubuh menggunakan themogun di pintu masuk dengan menerapkan self assessment resiko Covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja tidak sedang terjangkit Covid-19.

  1. Kewajiban penggunaan masker

Setiap pekerja diwajibkan menggunakan masker sejak akan melakukan perjalanan dari rumah ke kantor, dari kantor ke rumah dan selama di tempat kerja.

  1. Perhatikan asupan nutrisi dan suplemen pekerja

Tempat kerja juga perlu memperhatikan asupan nutrisi makanan yang diberikan kepada para pekerja dengan memilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Tempat kerja juga dapat memberikan suplemen vitamin C kepada para pekerja.

  1. Kebersihan tempat kerja dan sirkulasi udara

Perusahaan melakukan pembersihan secara berkala dengan menggunakan pembersih dan desinfektan setiap 4 jam sekali diutamakan pada pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan secara kolektif dan fasilitas umum lainnya. Perusahaan juga perlu mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari yang masuk ke ruangan kerja serta rutin melakukan pembersihan filter pendingin ruangan atau air conditioner.

  1. Penyediaan fasilitas cuci tangan

Perusahaan juga wajib menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir disertai petunjuk lokasi tempat cuci tangan serta poster edukasi cara mencuci tangan yang benar. Selain sarana cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, perusahaan juga perlu menyediakan handsanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70 persen di tempat-tempat seperti pintu masuk, ruang meeting dan pintu lift.

  1. Physical distancing

Setiap aktivitas di tempat kerja baik saat di meja kerja atau pada saat di kantin harus mengedepankan protokol physical distancing dengan jarak antar pekerja minimal 1 meter.

  1. Olahraga bersama dan berjemur

Perusahaan turut mendorong pekerja untuk cuci tangan pakai sabun sesering mungkin selama melakukan aktivitas dan menjalankan etika batuk dan bersin. Perusahaan juga perlu menerapkan olahraga bersama sebelum memulai pekerjaan dengan tetap jaga jarak aman dan menganjurkan pekerja berjemur pada saat jam istirahat. Ingatkan pekerja mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama baik seperti alat sholat dan alat makan.  

  1. Edukasi Covid-19

Perusahaan juga perlu melakukan edukasi Covid-19 secara intensif kepada seluruh pekerja dan keluarganya agar dapat melakukan tindakan preventif dan promotif guna mencegah penularan dan mencegah kecemasan yang berlebihan. Edukasi yang diberikan meliputi penyebab dan cara pencegahan, pengenalan gejala awal dan tindakan yang wajib dilakukan saat gejala muncul, praktik mencuci tangan yang benar dan etika batuk atau bersin.

Perusahaan juga perlu menyampaikan alur pelaporan dan pemeriksaan jika mulai curiga terjadi penularan Covid-19. Informasi ini dapat diakses dari website www.covid19.go.id. Sementara metode edukasi dapat dilakukan dengan memasang banner, pamflet, atau majalah dinding di area strategis yang mudah diakses pekerja atau bisa dilakukan dengan media audio & video yang disiarkan secara berulang. Penggunaan sms atau whatsapp blast juga dapat dimanfaatkan.

  1. Pembentukan Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja

Tempat kerja wajib membentuk tim penanganan Covid-19 yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari pimpinan tempat kerja. Pimpinan atau pemberi kerja membuat kebijakan dan prosedur bagi pekerja untuk melaporkan ketika ada kasus dicurigai Covid-19 yang ditandai dengan gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak napas agar dapat dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

Pihak manajemen secara berkala memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang Covid-19 di wilayahnya yang dapat diakses dari http://infeksiemerging.kemkes.go.id atau kebijakan Pemerintah Daerah setempat. Tempat kerja juga tidak diperkenankan memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma.

(JFS/FS)

Referensi:

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200523/5133951/pencegahan-covid-19-tempat-kerja-era-new-normal/

1 Comment

  1. New Normal, Pemkot Bogor Bolehkan Ibadah Asal dengan Protokol Kesehatan - Hellofit
    May 29, 2020

    […] Bogor menjadi salah satu daerah yang sudah mulai menyesuaikan dengan praktik new normal untuk beberapa kegiatan termasuk kegiatan ibadah. Kendati demikian, penyesuaian yang dilakukan […]

Leave a Reply

More great articles

Ilustrasi vaksin

WHO: Vaksin COVID-19 Belum Siap hingga Akhir 2021

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan penggunaan vaksin belum bisa terealisasi hingga akhir tahun 2021. Prediksi yang disampaikan oleh Dale Fisher…

Selengkapnya
Makanan Anti Corona Virus

Makanan Anti Virus Corona

Selain social distancing, dan konsumsi vitamin untuk menaikkan daya tahan tubuh, penting bagi kita juga untuk mengkonsumsi beberapa makanan anti…

Selengkapnya
Olahraga meningkatkan kekuatan Otak

Olahraga Bagi Kesehatan Mental – Menghadapi Pandemik Virus Corona

Kesehatan mental dalam kondisi pandemik COVID-19 / coronavirus disease 2019 perlu penanganan tersendiri karena telah mengubah beberapa aspek kehidupan, termasuk…

Selengkapnya
Arrow-up