COVID-19 di RI

(data per 24 November 2020)
506302
Positif
425313
Sembuh
16111
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Tips Aman Keluar Rumah Saat Pandemi COVID-19

Hellofit

Seluruh dunia saat ini sedang dihantui pandemi COVID-19. Reaksi setiap negara pun berbeda-beda, ada beberapa yang lockdown, dan ada juga yang menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB), seperti di Indonesia.

Namun tidak bisa dipungkiri, banyak warga yang tetap terpaksa harus keluar rumah, contohnya para pekerja medis, pembawa kendaraan umum seperti ojek online, karyawan yang tidak bisa work from home, para pedagang, dan bahkan orang-orang yang perlu untuk beli kebutuhan sehari-hari. Nah, terus bagaimana?

Tetap harus keluar rumah tetapi takut membawa pulang virus ke orang-orang rumah tercinta?

Ayo, kita simak tips keluar masuk rumah saat pandemi covid-19.

Tips keluar rumah:

1. Mengenakan jaket atau baju lengan panjang. Prinsipnya adalah menutup permukaan kulit sebanyak mungkin sehingga lebih sedikit yang terpapar dengan droplet virus. Ingat, penting juga untuk tutupi rambut kita, bisa dengan menggunakan hoodie, sarung, atau topi. Untuk perempuan, sebaiknya juga rambut di ikat rapi ke belakang.

2. Kurangi penggunaan perhiasan seperti jam tangan, gelang, cincin, ataupun antinganting. Hal ini dapat membuka peluang yang lebih besar untuk kita membawa virus pulang ke orang-orang rumah. Lebih sedikit barang yang kalian bawa keluar, lebih baik.

3. Wajib menggunakan masker sebelum keluar pintu. Ingat masker yang digunakan tidak harus yang medis, masker kain berlapis pun cukup. Apabila perlu bersin, masker jangan di buka ya! Setelah bersin, bagian dalam masker segera di lap dengan tisu dan langsung tisu di buang.

4. Mengurangi penggunaan kendaraan umum sebisa mungkin. Apabila terpaksa tetap menggunakan angkot, kereta, atau bus, usahakan untuk tetap jaga jarak dengan penumpang lainnya. Jika naik ojek, usahakan membawa helm sendiri dan jaga kebersihan helm.

5. Hindari menggunakan ujung jari dan telapak tangan sesering mungkin. Gunakan siku, buku jari, atau tisu untuk menyentuh permukaan di luar rumah. Contohnya saat membuka pintu atau memencet tombol lift. Hindari berjabat tangan dengan orang saat bertemu, biasakan untuk ber-“namaste” dan senyum saja.

6. Cucilah tangan sesering mungkin, baik dengan air-sabun ataupun hand sanitizer. Hindari menyentuh wajah, mata, mulut ataupun hidung karena itu bisa menjadi pintu masuk virus ke dalam tubuh kita.

7. Menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain. Hindari berkeliaran di tempat yang ramai, karena akan lebih sulit untuk menerapkan physical distancing. Kesempatan tertular pun akan semakin besar.

8. Mengurangi penggunaan uang tunai saat membayar. Jaman sekarang sudah banyak dompet elektronik yang dapat dimanfaatkan dalam transaksi apapun. Ini adalah saat yang tepat untuk memulai kebiasaan baru ini.

Tips masuk rumah:

9. Buka alas kaki sebelum masuk rumah, dan sebaiknya yang sering di pake diletakkan di depan pintu keluar. Rajinlah cuci, atau minimal mengelap alas kaki dengan disinfektan. Sebelum sepatu atau heels di simpan kembali dalam kotaknya, jangan lupa pastikan sudah di lap atas, bawah, sampai ke sela-selanya.

10. Hindari menyentuh apapun saat tiba di rumah sebelum cuci tangan. Memang sebaiknya ada keran air di luar rumah, dan sediakan juga sabun. Bila tidak ada, hand sanitizer pun jadi. Ini adalah salah satu cara paling efektif untuk membasmi droplet virus dari tangan Anda.

11. Letakkan barang-barang yang Anda sering bawa keluar di dekat pintu keluar, seperti jaket, tas, topi, kunci rumah dan lain-lain. Ini untuk meminimalisir droplet virus kemanamana di rumah.

12. Bersihkan semua permukaan barang seperti ponsel, kacamata, tas, dan semua barang yang dibawa keluar. Sebaiknya gunakan cairan disinfektan atau tisu basah disinfektan.

13. Segera mandi dan cuci rambut, dengan sabun-sampo. Hindari berinteraksi dengan orang rumah sebelum membersihkan diri sebaik mungkin. Tidak perlu menggunakan sabun ataupun sampo khusus.

14. Segera cuci semua pakaian yang digunakan untuk keluar saat itu juga. Terkadang kita hanya keluar sebentar, dan merasa sayang untuk langsung di cuci. Namun, saat pandemi seperti sekarang, jangan lakukan hal tersebut! Ubah kebiasaan kita ya.

Pandemi COVID-19 membuat kehidupan kita semua berubah total. Hal-hal sepele seperti menghirup udara segar tanpa masker, kebebasan untuk keluar rumah kapanpun, atau akses mall yang tidak terbatas, mungkin menjadi hal yang kurang kita syukuri sebelumnya. Namun, saat ini hal-hal sepele seperti itulah yang membuat kita dambakan kehidupan kembali seperti beberapa bulan lalu.

Yang bisa kita lakukan saat ini adalah mematuhi peraturan dan himbauan yang sudah dibuat, dengan harapan masa ini akan segera berakhir. Ribet? Iya jelas. Semua sudah berubah dan kita butuh disiplin ekstra. Kita harus bisa beradaptasi dengan the “New Normal”.

Ayo, kita bisa untuk Indonesia bersama!

dr. Kezi’ah Wulan Tuerah
Siloam Hospitals Jember
Interest: Pulmonology, Neurology

Referensi:

“Protocol to Enter and Leave the House during COVID-19 Pandemic.”

Suaka, 2 Apr. 2020, www.suaka.or.id/2020/04/02/protocol-to-enter-and-leave-the-house-during-covid-19- pandemic/.

“Advice for Public.” World Health Organization, World Health Organization, www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public.

1 Comment

  1. WHO Peringatkan Bahaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Covid-19 - Hellofit
    June 3, 2020

    […] Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan penggunaan antibiotik dalam rangka mengatasi virus Covid-19 dapat mengakibatkan kekebalan dan resistensi bakteri yang bisa berujung pada kematian selama masa […]

Leave a Reply

More great articles

Nomor Telepon Penting untuk Informasi COVID-19

Gejala yang mirip antara infeksi virus influenza dan Covid-19 membuat kita sulit mengidentifikasi apakah sedang mengalami influenza atau sedang terjangkit…

Selengkapnya

Seputar Ebola, Penyakit yang Serang Kongo di Masa Pandemi COVID-19

Belum usai dengan masalah yang ditimbulkan wabah Covid-19, Republik Demokratik Kongo harus menghadapi wabah virus Ebola. Ini akan menjadi masalah…

Selengkapnya

Panduan Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19 Menurut WHO

Baru-baru ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis buku panduan dasar keahlian psikososial yang disusun oleh Inter Agency Standing Committee (IASC)…

Selengkapnya
Arrow-up