COVID-19 di RI

(data per 25 Oktober 2020)
389712
Positif
313764
Sembuh
13299
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

WHO Peringatkan Bahaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Covid-19

Hellofit

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan penggunaan antibiotik dalam rangka mengatasi virus Covid-19 dapat mengakibatkan kekebalan dan resistensi bakteri yang bisa berujung pada kematian selama masa krisis dan seterusnya.

“Pandemi Covid-19 telah menyebabkan peningkatan penggunaan antibiotik, yang pada akhirnya akan menyebabkan tingkat resistensi bakteri yang lebih tinggi dan akan berdampak pada beban penyakit serta kematian selama pandemi dan selanjutnya,” kata Direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin, (1/5)

Tedros juga mengungkapkan hanya sebagian kecil pasien Covid-19 membutuhkan antibiotik untuk pengobatan infeksi bakteri sekunder. Ia juga berharap pedoman yang telah dibuat rumah sakit seperti memberikan terapi antibiotik dan profilaksis hanya untuk pasien Covid-19 dengan kecurigaan klinis infeksi bakteri. Penggunaannya tidak diperkenankan bagi pasien Covid-19 ringan maupun sedang.

Antibiotik untuk Penyakit Sekunder

Penggunaan antibiotik pada pasien Covid-19 pada dasarnya bertujuan untuk mengobati infeksi bakteri yang sering kali terjadi sebagai penyakit sekunder. Priya Nori, seorang dokter yang menjalankan program pengawasan antibiotik di Montefiore Medical Center mengakui bahwa selama membantu perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit New York City, ia dan dokter lain memberikan lebih banyak antibiotik dari biasanya.

Hal ini dilakukan untuk mengatasi penyebaran bakteri resisten secara cepat khususnya dikarenakan kondisi banyaknya pasien yang harus ditangani. Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan antibiotik tidak berpengaruh secara langsung terhadap virus Covid-19 namun infeksi pernafasan oleh virus sering menyebabkan pneumonia bakteri.

“Kami cenderung tidak menahan antibiotik pada pasien ini, terutama ketika keputusan itu bisa berarti hidup atau mati. Apakah itu hal yang buruk sekarang? Saya kesulitan mengatakan itu. Tapi dia dan yang lain khawatir lonjakan pasien Covid-19 pada akhirnya dapat menyebabkan lonjakan bakteri yang resisten terhadap antibiotic. Kekhawatiran yang cukup serius sehingga Departemen Pertahanan AS (DOD) sedang mengumpulkan sedikitnya 10 pusat medis untuk dipelajari.“ kata Nori.

DOD akan menyelidiki seberapa luas penggunaan antibiotik pada pasien Covid-19 dan seberapa sering pasien tersebut memiliki infeksi sekunder yang memerlukan antibiotik. Hasil penyelidikan ini akan membantu para ahli mengembangkan pedoman bagi para dokter agar mengetahui kapan dan bagaimana cara meresepkan antibiotik bagi pasien Covid-19.

(JFS/FS)

Referensi:

https://www.theguardian.com/world/2020/jun/01/who-warns-overuse-of-antibiotics-for-covid-19-will-cause-more-deaths#maincontent

https://www.sciencemag.org/news/2020/04/antibiotic-treatment-covid-19-complications-could-fuel-resistant-bacteria

1 Comment

  1. Anak-Anak Rentan Terkena Covid-19, Sebaiknya Tetap Belajar Di Rumah Aja - Hellofit
    June 4, 2020

    […] bahwa terdapat 14 anak yang meninggal dunia dari sebanyak 584 anak terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara itu, dari 3.324 anak berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) terdapat 129 anak meninggal […]

Leave a Reply

More great articles

Peneliti Inggris Klaim Cuci Tangan 6 Kali Sehari Efektif Cegah COVID-19

Sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti Inggris menyarankan untuk mencuci tangan setidaknya enam hingga 10 kali sehari untuk mencegah risiko…

Selengkapnya
Rapid Test Antibodi COVID-19

Rapid Test Antibodi COVID-19

Sejak akhir Maret 2020, demi mencegah penyebaran virus corona lebih jauh lagi, Presiden Jokowi memberi imbauan dilakukan skrining awal COVID-19…

Selengkapnya

Panduan New Normal di Tempat Kerja yang perlu Kamu Ketahui

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru saja menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat…

Selengkapnya
Arrow-up