COVID-19 di RI

(data per 24 November 2020)
506302
Positif
425313
Sembuh
16111
Meninggal
Pencegahan Info Kasus
Gondongan

Apakah Gondongan Berbahaya?

dr. Evelin Kwandang
Gondongan

Parotitis atau gondongan adalah penyakit akibat infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar liur dalam mulut yang terletak di bagian bawah telinga, pada sisi depan (kelenjar parotis). Parotitis terjadi akibat infeksi virus paramyxovirus, yang menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada kelenjar tersebut.

Parotitis adalah tipe penyakit yang mudah ditularkan antar manusia melalui percikan air ludah yang berasal dari bersin atau batuk penderita, berbagi makanan atau minuman dengan penderita, atau berciuman dengan penderita parotitis. Virus penyebab parotitis juga bisa menyebar melalui kontak tidak langsung, misalnya menggunakan peralatan makan atau piring yang sama, lewat bantal, pakaian, atau benda lainnya dan menginfeksi orang yang melakukan kontak dengan benda-benda tersebut, meskipun penularan dengan cara ini jarang terjadi. Virus ini bisa berpindah melalui benda, tapi tidak dapat menular melalui hewan.

Ketika seseorang terjangkit parotitis, virus masuk lewat saluran pernapasan, kemudian pindah ke kelenjar parotis. Di sana virus akan berkembang dan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar parotis. Maka dari itu, mengenali gejala dan cara penanganannya sangatlah penting.

Pada umumnya parotitis atau gondongan dapat menyerang semua kalangan usia. Akan tetapi, kondisi ini lebih sering menimpa anak-anak usia 5-14 tahun, dan jarang terjadi pada bayi di bawah 1 tahun. Biasanya, gejala parotitis muncul setelah 2 minggu sejak terinfeksi virus disertai demam tinggi mencapai 39 derajat Celcius.

Gejala penyakit gondongan pada anak dan orang dewasa hampir sama. Hanya saja, gejala pada orang dewasa cenderung lebih parah. Gejala awal ditandai dengan perasaan lesu, rasa nyeri pada otot terutama otot daerah leher, sakit kepala, nafsu makan menurun, dan diikuti oleh pembesaran cepat satu atau kedua kelenjar parotis serta kelenjar ludah yang lain. Pembesaran kelenjar akan dimulai dari batas belakang tulang rahang kemudian meluas dalam bentuk bulan sabit ke bawah dan depan, dan akan menumbulkan rasa sakit terutama saat menelan, berbicara, mengunyah, atau mengonsumsi makanan dan minuman yang asam. Organ lain, seperti sistem saraf, pencernaan, dan saluran kemih juga dapat terserang virus penyebab parotitis. Pembengkakan akan mereda perlahan-lahan dalam waktu 3-7 hari, walaupun kadang berlangsung lebih lama.

Meskipun penyakit ini jarang terjadi dan umumnya dapat sembuh sendiri, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi. Komplikasi lebih sering ditemukan pada penderita parotitis usia remaja dan dewasa. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat parotitis adalah :

  • Pembengkakan testis : dapat terjadi pada 1 dari 5 pria yang mengidap gondongan. Pembengkakan testis bisa bertahan selama 1 minggu hingga akhirnya mengecil.
  • Pembengkakan ovarium : bisa terjadi pada 1 dari 20 wanita dewasa. Pembengkakan akan membaik saat sistem kekebalan tubuh mulai melawan virus penyebab.
  • Radang pankreas : menimbulkan rasa sakit di perut bagian atas. Dapat dialami 1 dari 20 penderita parotitis.
  • Peradangan pada selaput pelindung saraf tulang belakang dan otak : terjadi jika virus paramyxovirus menyebar lewat aliran darah dan menginfeksi sistem saraf pusat tubuh (otak dan sumsum tulang belakang).
  • Gangguan pendengaran : kehilangan pendengaran sangat jarang terjadi, dapat dialami 1 dari 15 ribu kasus
  • Keguguran pada ibu hamil : resiko keguguran meningkat pada wanita hamil yang terserang parotitis, walaupun sedikit.
  • Lain-lain : diduga, parotitis juga bisa menyebabkan komplikasi seperti peradangan pada sendi, infeksi otot jantung, dan kondisi gangguan pada saraf.

Bila telah didiagnosis gondongan, beberapa langkah berikut dapat dilakukan di rumah untuk mempercepat proses pemulihan.

  1. Kompres bagian yang bengkak dengan air hangat
    Mengompres bagian yang bengkak menggunakan handuk yang telah dicelupkan ke air hangat akan membantu mengurangi nyeri, serta melancarkan sirkulasi darah. Lakukan secara berkala, untuk membantu mempercepat pengempisan bagian yang bengkak.
  2. Perbanyak istirahat
    Untuk mempercepat penyembuhan, diperlukan istirahat yang cukup, menghindari aktivitas yang terlalu berat serta tidur terlalu malam.
  3. Banyak minum air putih dan minum obat teratur
    Mengonsumsi air putih yang cukup dapat membantu menetralisir racun-racun dalam tubuh. Jadi, banyak minum air putih dapat mempercepat proses pemulihan. Jangan lupa juga untuk minum obat sesuai anjuran dokter.

Bagaimana Mencegah Gondongan?

Untuk orang yang sehat, pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak tertular gondongan antara lain :

Mendapatkan vaksin MMR

Mencegah penularan infeksi virus pada kelenjar air liur sebenarnya bisa dilakukan sejak dini, yaitu dengan pemberian vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) saat bayi. Vaksin ini diberikan dua kali dosis, yaitu pada anak-anak usia 12 sampai 15 bulan dan usia 4 sampai 6 tahun.

Jika seseorang tidak mendapatkan dosis sepenuhnya (atau sesuai yang telah ditentukan), risiko terkena penyakit gondongan di kemudian hari akan meningkat. Sebab satu dosis vaksin MMR hanya melindungi dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit sebesar 78 persen.

Perlu diketahui bahwa vaksin ini dapat menimbulkan efek samping, seperti sensasi terbakar pada area kulit yang disuntik, demam ringan, dan ruam ringan pada kulit. Demam dan ruam pada kulit biasanya hanya akan terjadi pada vaksin dosis pertama, yaitu 5-12 hari setelah vaksinasi. Walaupun demikian, pemberian vaksin bagi anak, remaja, atau orang dewasa sudah teruji aman. Sebelum pemberian vaksin pun, kondisi kesehatan pasien akan diperiksa terlebih dulu.

Vaksin tidak boleh diberikan pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah atau memiliki reaksi alergi terhadap kandungan vaksin. Vaksin akan ditunda untuk diberikan jika sedang sakit parah, hamil, atau merencanakan kehamilan selama empat bulan ke depan. Pemberian vaksin akan dilakukan saat tubuh sudah pulih atau setelah melahirkan.

Menghindari kontak atau menjauhi orang yang terinfeksi

Pemberian vaksin memang ampuh, tapi tidak berlaku pada semua orang. Ada orang yang tetap terinfeksi penyakit walaupun sudah melakukan vaksinasi. Namun, gejalanya tidak akan separah pada orang yang tidak mendapatkan vaksinasi. Saat ada keluarga atau teman yang terkena parotitis, sebaiknya jauhkan diri dari orang itu.

Menjaga kebersihan diri

Tetesan air liur penderita parotitis bisa mengenai benda-benda sekitarnya atau menempel pada tangan dan berpindah ke mainan, meja, atau gagang pintu. Agar bersih dari virus, utamakan selalu untuk cuci tangan dengan sabun dan bilas hingga bersih dengan air yang mengalir.

Pada keadaan normal, daya tahan tubuh manusia cukup kuat untuk menangkal berbagai jenis virus penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga daya tahan tubuh, dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi seimbang, berolahraga teratur, dan tidur yang cukup.

Salam Sehat Hellofit!

Dr. Evelin Kwandang

Baca juga artikel kesehatan lainnya: https://hellofit.id/category/kesehatan/

Referensi:
  • Soedarmo SP, Garna H, Hadinegoro SR. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Edisi I. Jakarta: Balai penerbit FKUI, 2002, h. 223-233.
  • Outbreak-Related Questions and Answers for Patients. Diambil dari : https://www.cdc.gov/mumps/outbreaks/outbreak-patient-qa.html. Diakses pada 20 Juli 2020.
  • Mumps. Diambil dari : https://www.nhs.uk/conditions/mumps/treatment/. Diakses pada 20 Juli 2020.
  • Phillips CF. Mumps. Dalam : Behrman RE, Vaughan III VC, nelson WE, penyunting. Textbook of pediatrics. Edisi ke-17. Philadelphia : WB Saunders, 2006, h. 235-9
  • Gherson AA. Mumps. Krugman. Edisi ke-11. Philadelphia: Mosby, 2004, h. 391-402
  • Clark JR. Mumps. Dalam: Feigin RD, Cherry JD, Demmler GJ, Kaplan SL, penyunting. Textbook of pediatric infectious diseases. Edisi ke-15. Philadelphia: WB Saunders, 2004, h.197-200.
  • Mumps. Red book 2006: report of the commitee on infectious diseases. Elk Grove Village: American Academy of Pediatrics, 2006, h. 464-468.

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

8 Keuntungan Memberikan ASI Eksklusif

Pemberian ASI Eksklusif diberikan pada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan dengan tidak memberikan makanan atau minuman tambahan lain…

Selengkapnya

Bikin Nggak Nyaman, Coba Cara Ini Mengatasi Perut Kembung

Perut kembung adalah masalah perut yang umum terjadi dan memunculkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas. Saat perut kembung, selera makan…

Selengkapnya

Coba Cara Ini untuk Atasi Kudis Secara Alami

Memiliki masalah kulit seperti kudis memang membuat tidak nyaman dan sangat mengganggu. Kemunculan bintik-bintik merah di kulit yang terlihat juga…

Selengkapnya
Arrow-up