COVID-19 di RI

(data per 21 September 2020)
248852
Positif
180797
Sembuh
9677
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Beda Aritmia dan Takikardia yang Diduga Menyerang Jessica Iskandar

Hellofit

Artis Jessica Iskandar baru saja melakukan tes laboratorium usai merasakan gejala detak jantung yang tidak normal bahkan pada saat sedang tidur. Meskipun hasil diagnosis belum keluar, tapi dokter menduga Jessica mengalami takikardia dan aritmia. Dua penyakit yang berkaitan dengan irama jantung ini sangat mungkin dipicu oleh gaya hidup dan stres yang dialami sehari-hari atau bahkan karena penyakit. Lantas, apa beda takikardia dan aritmia? Berikut akan kita bahas satu per satu.

Baca Juga: 5 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Aritmia

Aritmia adalah gangguan irama jantung di mana tidak selalu menandakan detak jantung yang terlalu cepat tapi juga bisa terlalu lambat atau mungkin tidak beraturan. Oleh karena itu, aritmia dapat dikatakan sebagai gangguan irama jantung secara umum.

Penyebab aritmia bisa berkaitan dengan kondisi jantung atau pembuluh arteri yang tersumbat. Ini juga mungkin dipicu oleh penyakit seperti diabetes, gangguan kelenjar tiroid dan serangan jantung. Aritmia juga dapat dipicu oleh kebiasaan merokok, minum alkohol, stres dan penyalahgunaan obat-obatan.

Gejala yang mungkin dirasakan adalah jantung berdetak kencang atau pada sebagian orang melambat, sakit dada, sesak saat bernapas, merasa kelelahan, sakit kepala bahkan mungkin juga mengalami pingsan.

Takikardia

Takikardia merupakan suatu kondisi ketika detak jantung anda melebihi 100 kali per menit. Pada saat pemeriksaan detak jantung Jessica Iskandar adalah 124 kali per menit bahkan pada saat tidur. Secara umum detak jantung naik karena dipicu oleh latihan, stres, trauma atau penyakit.

Pada orang yang mengalami takikardia, peningkatan detak jantung mungkin saja tidak berkaitan dengan stres fisiologis normal. Ini juga bisa dipicu terlalu banyak merokok, mengonsumsi terlalu banyak alkohol dan minum banyak kafein. Namun bisa juga karena anemia dan tiroid yang terlalu aktif.

Jika tidak diatasi dengan segera ada beberapa komplikasi yang mungkin diakibatkannya seperti gagal jantung, serangan jantung mendadak dan stroke. Gejala yang umum terjadi pada orang yang mengalami takikardia adalah pusing, sakit kepala, sesak napas, dan sakit pada bagian dada.

Untuk mengobati takikardia, dokter perlu mengetahui apa pemicunya sehingga dapat menganjurkan perubahan gaya hidup selain melakukan pengobatan. Pemulihan juga dapat berkaitan dengan penurunan tingkat stres, mengurangi konsumsi obat tertentu, membatasi kafein dan alkohol dan berhenti merokok.  

(JFS/FS)

Referensi:

https://www.kompas.com/hype/read/2020/06/24/103738866/jessica-iskandar-idap-penyakit-takikardia-gangguan-irama-jantung-dan-minta?page=all

https://www.webmd.com/heart-disease/atrial-fibrillation/what-are-the-types-of-tachycardia

https://www.webmd.com/heart-disease/atrial-fibrillation/heart-disease-abnormal-heart-rhythm#:~:text=Symptoms%20of%20Arrhythmias,-An%20arrhythmia%20can&text=Palpitations%20(a%20feeling%20of%20skipped,Fainting

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tachycardia/symptoms-causes/syc-20355127https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/symptoms-causes/syc-20350668

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Manfaat Eucalyptus bagi Kesehatan

Eucalyptus atau disebut juga tanaman kayu putih awalnya berasal dari Australia. Tanaman ini terkenal karena hasil sulingnya menghasilkan minyak yang…

Selengkapnya

Sudah Coba Cara Alami Ini untuk Atasi Jerawat?

Banyak orang merasa sangat terganggu dengan kehadiran jerawat khususnya yang terjadi di wajah. Selain terasa sakit juga membuat tidak nyaman…

Selengkapnya

10 Tips Sebelum Melakukan Penerbangan di Masa Pandemi COVID-19

Pembukaan kembali penerbangan domestik menimbulkan kekhawatiran baru terhadap ancaman penyebaran Covid-19. Apalagi baru-baru ini viral di media sosial penumpukan penumpang…

Selengkapnya
Arrow-up