COVID-19 di RI

(data per 19 Oktober 2020)
365240
Positif
289243
Sembuh
12617
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Benarkah Bau Mulut Reseptor Penyakit di Tubuh?

dr. Thomas A Husada

Mulut tak ubahnya “sarang” bagi bermacam-macam bakteri, bertumpuknya bakteri di mulut melepaskan senyawa sulfur yang dapat menghasilkan aroma berbau busuk. Bau mulut merupakan sebuah masalah yang dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri pada seseorang yang mengalaminya, bahkan dapat dijauhi oleh orang lain terutama pada saat berkomunikasi.

Baca Juga: Mata Kering : Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati

Bau mulut atau bau napas ( halitosis) merupakan istilah yang digunakan untuk memggambarkan bau tidak sedap yang keluar dari mulut saat bicara ataupun bernapas. Normalnya, Munculnya bau tidak sedap tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu seperti mulut yang kering, mengkonsumsi makanan yang berbau khas atau mengkonsumsi makanan yang mengandung sulfur yang dapat memicu bau mulut. Namun terdapat beberapa penyebab bau mulut yang dapat menandakan adanya berbagai penyakit ditubuh, yaitu:

Bau Mulut berasal dari penyakit gigi dan mulut

– Gigi Rusak atau Berlubang. Gigi yang tidak dirawat dengan baik menyebabkan bakteri menumpuk pada mulut dan menyelinap di gigi akibat dari sisa makanan kondisi ini menyebabkan bau napas menjadi tidak sedap.

– Infeksi Tenggorokan, Jika sesorang menderita infeksi tenggorokan bakteri memecah sel dari saluran napas dan menghasilkan lendir yang tidak sedap.

– Tonsil (Amandel), terletak dilubang amandel jika terlalu lebar dan membengkak bau tidak sedap akan menggumpal pada lubang lubang tersebut dan membuat mulut menjadi tidak sedap. Hal tersebut terjadi Karena Bakteri tersebut memproduksi toksin atau racun dengan cara menguraikan sisa makanan dan sel sel mati yang terdapat pada mulut yang menyebabkan bau mulut pada saat bernapas dan berbicara.

Bau Mulut berasal dari sistem pernapasan

– Sinusitis, Bau mulut penderita sinusitis cenderung berbau seperti kotoran,hal ini terjadi ketika lendir yang mengandung bakteri dari hidung turun ke tenggorokan yang mengakibatkan bau mulut tidak sedap.

– Penyakit paru-paru. Penyakit pada sistem pernapasan ini menyebabkan berakhirnya gas yang dapat mengeluarkan bau yang tidak sedap dari rongga mulut dan hidung. Bau yang keluar dari mulut dan hidung menyebabkan peradangan, infeksi sekunder dan beraroma bau busuk.

Bau mulut berasal dari perdarahan saluran pencernaan

Masalah gastrointestinal (perut dan usus): bau mulut tidak sedap dapat disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan perut dan usus (gastrointestinal) seperti infeksi H. pylori (infeksi bakteri pada usus kecil dan lapisan perut).

Penyakit refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus (kerongkongan). Kondisi ini terjadi akibat melemahnya cincin otot kerongkongan yang berfungsi mencegah makanan kembali ke kerongkongan setelah masuk ke lambung, sehinga menimbulkan bau tidak sedap pada mulut.

Bau mulut berasal dari penyakit metabolisme

Bau mulut dari penyakit metabolisme terjadi akibat dari ketidakmampuan tubuh untuk memecah sumber makanan menjadi energi yang diperlukan tubuh. Penyakit metabolisme yang dapat menyebabkan bau mulut yaitu:

– Penyakit ginjal, jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, racun dan zat sisa metabolisme tubuh tidak dapat dibuang melalui urine. Racun dan zat sisa ini kemudian menumpuk dan menyebar ke seluruh tubuh, sehingga menimbulkan bau urine atau amis yang dapat tercium dari mulut.

– Diabetes, bau mulut pada penderita diabetes muncul saat jumlah insulin tidak cukup untuk mengambil gula dari darah sebagai sumber energi, sehingga tubuh membakar lemak sebagai gantinya. Dari pembakaran lemak ini, terbentuklah asam keton yang menimbulkan bau mulut.

– Permasalahan pada organ hati. Masalah pada organ hati dapat memicu bau nafas tidak sedap karena organ hati memiliki peranan penting dalam metabolisme lemak. Jika hati tidak melakukan tugas tersebut maka jumlah bakteri dimulut akan meningkat.

Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh dokter untuk menilai dan mencari penyebab bau mulut yaitu dengan pengukuran organik, kromatografi gas, pemantauan sulfida, tes BANA, dan sensor kimia seperti mengukur aktivitas galaktosidase, tes inkubasi dalam air asin, pemantauan amonia, atau metode ninhydrin.

Bau mulut yang terjadi karena penyakit atau gangguan kesehatan dapat diatasi dengan pengobatan dari dokter. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyakit yang diderita. Setelah penyakit tersebut teratasi, bau mulut umumnya juga akan hilang. Namun untuk membantu mengurangi bau mulut, Anda bisa mencegah bau mulut dengan memastikan kesehatan mulut tetap terjaga. Lantas bagaimana cara mencegah bau mulut yang dapat dilakukan sehari hari :

1. Jaga kebersihan mulut, cara yang efektif ialah sikat gigi sedikitnya dua kali sehari setelah makan dan sebelum tidur dengan pasta gigi yang mengandung fluoride; Gunakan pasta gigi fluor dengan sedikitnya 1.350 ppm fluoride.

2. Membersihkan lidah, dianggap sebagai langkah terpenting dalam pencegahan bau mulut. Pembersihan lidah harus dilakukan dengan menggunakan alat khusus pengerik lidah yang diterapkan secara lembut dengan kekuatan rendah. Pembersihan lidah dengan sikat gigi biasa dapat menyebabkan iritasi pada lidah.

3. Penggunaan obat kumur mulut telah disarankan sebagai tambahan dalam menghilangkan bau napas. Obat kumur yang mengandung senyawa antibakteri, khususnya ion seng, klorheksafluorida dan cetylpyridinium klorida, telah terbukti efektif dalam mengurangi bau mulut.

4. Mengunyah permen karet bebas gula dapat membantu menyingkirkan kotoran makanan dari sekitar gigi dan merangsang produksi air liur. Karena mulut yang kering dapat menimbulkan bau tidak sedap.

5. Minum lebih banyak air putih dan hindari minuman seperti soda yang bisa menghilangkan enamel gigi. Selain itu konsumsi buah buahan dan sayur serta hindari makanan yang beraroma tajam yang dapat menyebabkan bau mulut seperti alkohol, jenggkol, petai, rokok, bawang putih dll.

Meski tidak sedang sakit gigi, sangat dianjurkan untuk datang ke dokter gigi dan memeriksakan kondisi gigi Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara profesional dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan kerusakan gigi yang akan muncul.
Dengan demikian, bau mulut jangan disepelekan karena bisa jadi bau mulut yang anda alami merupakan kondisi yang berhubungan dengan salah satu penyakit. Jika bau mulut Anda tetap tak kunjung hilang meskipun anda telah berupaya keras untuk menghilangkan bau pada mulut, konsultasikan dengan dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan yang tepat sesuai kondisi yang anda alami. Apakah masalah bau mulut yang anda alami disebabkan oleh kondisi medis tertentu? Silakan konsultasi keluhan bau mulut yang anda alami di aplikasi hellofit!

Salam Sehat, Hellofit.

dr Thomas A. Husada
RS Kartini Rangkasbitung Lebak Banten

Referensi

Tilong, d. Adi. 2012. Deteksi Gangguan Kesehatan Dengan Lidah, Bau Nafas, dan Urine. Yogyakarta: Buku Biru.

Wijaya, Sheila. 2015. Sinyal Bahaya Dari Tubuh. Yogyakarta: Flashbook.

By Nairn H F Wilson; Edwin G. Winkel.2017. The pharmaceutical journal Advising patients on halitosis and oral hygiene.

https://www.pharmaceutical-journal.com/cpd-and-learning/learning-article/advising- patients-on-halitosis-and-oral-hygiene/20202477.article?firstPass=false.

Damla Aksit Bicak. A Current Approach to Halitosis and Oral Malodor- A Mini Review. Department of Pediatric Dentistry, Faculty of Dentistry, Near East University, Nicosia / TRNC Mersin 10 � Turkey. https://opendentistryjournal.com/VOLUME/12/PAGE/322/FULLTEXT/

Bahadır Uğur Aylıkcı and Hakan Çolak. Halitosis: From diagnosis to management. Journal of Natural Science, Biology and Medicine https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3633265/#!po=19.333

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Digandrungi Banyak Orang, Apakah Cabai Baik untuk Kesehatan?

Siapa di antara Sobatfit yang nggak selera makan kalau makanannya kurang pedas? Tampaknya memang banyak orang Indonesia yang gandrung akan…

Selengkapnya

Manfaat Puasa untuk Kesehatan dan Kebahagiaan

Bulan suci Ramadan merupakan kesempatan bagi seluruh umat muslim di dunia untuk melaksanakan kewajiban berpuasa. Puasa di bulan Ramadan merupakan…

Selengkapnya

Gejala, Penyebab, Cara Mencegah dan Mengobati Bronkitis

Bronkitis merupakan penyakit yang ditandai dengan peradangan yang terjadi pada saluran bronkial yang berperan penting sebagai saluran yang membawa udara…

Selengkapnya
Arrow-up