COVID-19 di RI

(data per 21 September 2020)
248852
Positif
180797
Sembuh
9677
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Gejala, Cara Mencegah dan Mengobati Disentri

Hellofit

Disentri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau amoeba namun lebih sering disebabkan oleh bakter Shigela. Selain disebabkan oleh bakteri dan ameba, disentri juga mungkin disebabkan oleh infeksi cacing parasit, iritasi kimia atau infeksi virus.

Baca Juga: Gejala, Penyebab dan Pengobatan Diare

Bakteri menginfeksi saluran usus sehingga mengakibatkan peradangan. Penyakit ini ditandai dengan tinja yang berair disertai lendir atau darah. Itu sebabnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga mendefinisikannya sebagai diare berdarah di mana darahnya dapat terlihat jelas pada tinja.

Penyakit ini juga dapat mengakibatkan dehidrasi atau kekurangan cairan yang berdampak buruk jika tidak dipenuhi dengan cairan yang memadai. Selain itu, penyakit disentri pada anak-anak juga memiliki kaitan dengan masalah stunting. Disentri telah mengganggu pencernaan dan pembuangan zat gizi secara percuma sehingga mengakibatkan anak mengalami kekurangan zat gizi yang bermanfaat bagi tumbuh kembang.   

Disentri penyakit menular

Disentri merupakan salah satu penyakit yang menular. Penularannya semakin mudah terjadi jika kondisi sanitasi buruk meliputi air yang tidak bersih, tidak menjaga kebersihan diri dan BAB sembarangan. Penggunaan toilet umum yang tidak hati-hati dan tidak lekas mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakannya juga rentan menjadi jalan penularan.

Disentri juga dapat menular dari makanan yang terkontaminasi misalnya orang yang menghidangkan makanan ternyata mengalami disentri. Selain itu, peralatan makan yang tersentuh oleh penderita disentri atau jajan sembarangan dari pedagang yang mengidap disentri. Ini semua merupakan faktor risiko terjadinya penularan disentri.

Gejala

Gejala umum disentri yang disebabkan oleh bakteri dapat muncul antara 1-3 hari. Gejala yang muncul dapat berupa kram perut, diare, tinja berlendir atau berdarah, demam, mual dan muntah. Sementara disentri yang disebabkan oleh ameba biasanya tidak menimbulkan gejala. Jika anda merasa sakit biasanya gejalanya muncul setelah 2-4 minggu setelah infeksi.

Gejalanya meliputi mual, diare, perut keram, penurunan berat badan dan demam. Kendati jarang terjadi, disentri yang disebabkan ameba juga dapat mengakibatkan abses hati atau munculnya kumpulan nanah di hati. Gejalanya berupa mual dan muntah, demam, nyeri di bagian kanan atas perut, penurunan berat badan dan hati bengkak.

Diagnosis

Dokter dapat mendiagnosis dari gejala yang ditimbulkan khususnya dari terjadinya diare dengan darah namun untuk memastikan infeksi oleh ameba, pengujian feses di laboratorium juga diperlukan.

Cara mencegah

Cara mencegah disentri adalah dengan menjaga kebersihan diri termasuk mamastikan makanan yang dikonsumsi terjamin kebersihannya. Selain itu, hindari air yang terkontaminasi dengan cara mengkonsumsi air matang, air kemasan jika tidak bisa menjamin kebersihan air ledeng di daerah anda, tidak memesan air dengan es. Jika Anda sedang mengunjungi daerah di mana terjadi penyebaran disentri yang masif bahkan untuk menyikat gigi pun anda perlu menggunakan air kemasan demi menghindari penularan.

Selalu mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan fasilitas yang digunakan bersama khususnya toilet. Janganlah berbagi handuk, gelas atau barang-barang pribadi lainnya dengan orang lain. Cuci tangan sebelum memasak atau memastikan orang yang menghidangkan makanan menjamin kebersihan selama proses memasak.

Cara mengobati

Perawatan di rumah sakit sangat dibutuhkan, khususnya bagi anak yang mengalami gizi buruk dan bayi berusia kurang dari dua bulan. Pengobatan disentri secara mandiri juga tidak diperkenankan apalagi menggunakan obat diare secara sembarangan karena dapat memperparah disentri. Oleh karena itu, selalulah berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan pengobatan.

Dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk menangani disentri yang disebabkan bakteri Shigela. Sementara untuk disentri yang disebabkan ameba, dokter akan memberikan obat-obatan untuk membunuh parasit yang ada dalam darah, usus dan hati.

Hal lain yang perlu dipastikan ketika mengalami disentri adalah mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan minum air putih dan penuhilah nutrisi dengan tetap makan. Untuk bayi berilah ASI lebih sering dari biasanya. Sementara untuk anak berikanlah makanan yang disukai agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi. Tinggal di dalam rumah sampai Anda bebas dari diare, jangan menghindangkan makanan bagi orang lain, hindari berhubungan intim dan rajinlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

(JFS/FS)

Referensi:

https://www.who.int/topics/dysentery/en/

https://www.medicalnewstoday.com/articles/171193#quick_facts

https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-is-dysentery#1

http://www.ichrc.org/54-disenteri

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Potensi Jambu Biji bagi Kesehatan yang terus Diteliti hingga Kini

Salah satu buah yang sering dianjurkan untuk dikonsumsi ketika terserang demam berdarah adalah jus buah jambu biji. Entah sejak kapan…

Selengkapnya

Manfaat Terapi Hewan Peliharaan untuk Kesehatan Mental

Rumah perawatan Hythe View, salah satu panti jompo di Kent, Inggris telah mengganti hewan peliharaan yang tidak diperkenankan masuk panti…

Selengkapnya

Waspadai Gejala Stroke yang Membuat Penderita Tak Sadarkan Diri di Kamar Mandi

Barangkali sudah sangat sering kita mendengar orang meninggal setelah terjatuh di kamar mandi.  Peristiwa nahas seperti ini juga kerap dihubungkan…

Selengkapnya
Arrow-up