COVID-19 di RI

(data per 24 November 2020)
506302
Positif
425313
Sembuh
16111
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Gejala dan Cara Penanganan Campak

Hellofit

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tetap menganjurkan imunisasi pada anak tetap dijalankan meskipun pada masa pandemi. Salah satu imunisasi dasar lengkap untuk bayi yang sudah dinyatakan wajib oleh pemerintah adalah imunisasi Campak.

Campak merupakan infeksi yang dialami anak akibat virus rubeola yang termasuk golongan paramixovirus. Penyakit ini semakin jarang terjadi pada anak-anak karena dilakukan pencegahan melalui vaksin. Inilah sebabnya setiap anak diwajibkan untuk melakukan imunisasi campak yang umumnya dilakukan pada usia 9 bulan.  

Campak dapat mengakibatkan kematian pada anak. Melansir Infodatin Kemenkes, setidaknya 2,6 juta anak di dunia meninggal setiap tahunnya karena terserang virus Campak. Pasca 2012, kematian ini menurun sampai dengan 78%. Menurut WHO, Indonesia termasuk 10 negara dengan jumlah kasus Campak terbesar di dunia.

Gejala

Campak muncul antara 10 sampai dengan 14 hari setelah terpapar oleh virus. Gejalanya adalah demam dengan suhu tubuh di atas 380 C selama 3 hari atau lebih, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, mata merah dan berair. Selain itu, muncul bercak merah di tengahnya terdapat bintik putih yang dimulai dari belakang telinga. Bintik-bintik putih berlatar merah ini juga ditemukan di dalam mulut pada lapisan dalam pipi. Infeksi ini bisa terjadi selama dua sampai dengan tiga minggu. Seorang dengan campak perlu mengisolasi diri karena penyakit ini dapat menular kepada orang lain. Biasanya penularan terjadi mulai empat hari sebelum ruam muncul dan berakhir ketika ruam muncul. Ketika menemukan gejala ini sebaiknya segera menghubungi dokter untuk penanganan.

Komplikasi

Penderita campak dapat mengakibatkan komplikasi infeksi telinga akibat bakteri, bronkitis, dan mengakibatkan radang pada tenggorokan, laring dan paru-paru.

Cara mencegah

Campak bisa dicegah dengan cara melakukan imunisasi campak dan menghindari percikan partikel dari batuk atau bersin orang yang sedang terjangkit penyakit ini. Penyebaran virus Campak bisa terjadi melalui droplet dan kontak langsung dengan penderita.

Cara mengobati

Virus Campak memang memang mudah mati terkena sinar ultra violet namun ketika sedang terjangkit penyakit Campak jangan sekali-kali berjemur di bawah sinar matahari karena mata sensitif terhadap cahaya. Proses diagnosis Campak dilakukan dengan pemeriksaan darah atau urin pasien. Pengobatan campak dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat pereda demam dan rasa nyeri. Penderita Campak juga diajurkan mengkonsumsi banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi.  

(JFS/FS)

Referensi

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200425095000-255-497177/idai-imunisasi-tetap-perlu-dilakukan-di-masa-pandemi

https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-imunisasi.pdf

https://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/imunisasi%20campak%202018.pdf

https://e-journal.unair.ac.id/JBE/article/download/10475/7354

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857

1 Comment

  1. ปั้มไลค์
    May 28, 2020

    Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

Leave a Reply

More great articles

Waspadai Gejala dan Siklus Penularan Malaria

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit. Ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk. Di Papua, Papua Barat dan Nusa…

Selengkapnya

Jangan Anggap Sepele, Olahraga Berlebih Itu Berbahaya

Meluangkan waktu untuk berolah raga memang mampu meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan jantung, mengurangi stres dan menghasilkan postur tubuh yang…

Selengkapnya

Roy Kiyoshi dan Bahaya Minum Obat Tanpa Resep Dokter

Ada yang menarik dari kabar ditangkapnya Roy Kiyoshi diduga karena menyimpan dan mengonsumsi obat psikotropika jenis benzo pada Rabu, (6/5)…

Selengkapnya
Arrow-up