COVID-19 di RI

(data per 19 Oktober 2020)
365240
Positif
289243
Sembuh
12617
Meninggal
Pencegahan Info Kasus
Hepatitis A

Hepatitis A: apa yang Sobatfit ketahui tentangnya?

Dr. Kezi'ah Wulan Tuerah

Hepatitis berasal dari kata latin “hepar” yang berati hati, dan “itis” yang berarti radang pada organ. Jadi hepatitis berarti proses inflamasi pada hati. Hepatitis dapat disebabkan oleh 5 virus yang berbeda; hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E. Namun, yang akan di bahas pada artikel kali ini adalah hepatitis A yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV).

Hepatitis A adalah infeksi pada hati yang sangat menular dan biasanya virus ini ditemukan di darah dan tinja penderita. Seseorang akan terjangkit virus saat tidak sengaja mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Maka dari itu, hepatitis A sering disebut sebagai salah satu penyakit kuliner. Seperti infeksi virus lain pada umumnya, hepatitis A bersifat self-limiting, atau dalam kata lain akan sembuh sendiri pada waktunya. Virus ini juga biasanya tidak akan menyebabkan masalah jangka panjang ataupun komplikasi. Namun karena hepatitis A membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk sembuh, Sobatfit harus dapat menjaga diri dengan baik selama terinfeksi.

Gejala Hepatitis A

Bila terinfeksi, hati Sobatfit akan mengalami peradangan (bukan patah hati yaa ;’) ). Beberapa orang, terutama anak kecil, bisa tidak mengalami gejala sama sekali. Namun, kebanyakan penderita akan mengalami tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Mata dan kulit berubah jadi berwarna kuning
  • Nyeri perut
  • Urin berwarna seperti teh
  • Nafsu makan menurun
  • Mual-muntah
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Tinja berwarna pucat
  • Nyeri pada sendi-sendi
  • Demam
  • Buang air besar cair
  • Lemas satu badan

Keluhan-keluhan tersebut pada umumnya membaik setelah dua bulan, namun dapat kambuh-kambuhan hingga 6 bulan kedepan. Bila terinfeksi, penderita dapat menularkan penyakit ini kepada orang-orang terdekat sejak 2 minggu sebelum gejala muncul hingga 1 minggu setelah gejala mulai muncul.

Penyebab Hepatitis A

Virus hepatitis A biasa akan ditemukan di dalam darah dan tinja para penderitanya. Sobatfit bisa tertular bila mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh seseorang yang sementara terinfeksi. Contohnya:

  • Penderita menyiapkan buah-buahan, sayur, atau makanan lain tanpa memperhatikan kebersihan tangan sebelumnya.
  • Menggunakan piring/mangkok/gelas/sendok yang kurang bersih dan sudah terkontaminasi.
  • Mengkonsumsi kerang mentah yang hidup dalam air yang terkontaminasi virus
  • Menelan es batu yang terkontaminasi
  • Menyentuh mulut setelah menyentuh benda yang sudah terkontaminasi
  • Melakukan hubungan intim dengan penderita

Faktor Resiko

Sobatfit memiliki resiko tinggi untuk tertular penyakit ini bila:

  • Berada di kota atau negara dimana hepatitis A itu sering terjadi
  • Kontak erat dengan seorang penderita (menggunakan peralatan mandi/makan yang sama)
  • Memiliki penyakit yang menurunkan imun seperti HIV
  • Mempunyai riwayat kelainan darah seperti hemophilia

Cara Mendiagnosa

Sebaiknya, Sobatfit berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter, baik lewat media online seperti Hellofit, maupun langsung ke klinik. Namun, untuk menghindari keluar rumah bila tidak dibutuhkan dalam masa pandemi COVID-19 begini, ada baiknya Sobatfit konsultasi saja dulu lewat aplikasi Hellofit, kemudian bila diperlukan baru para dokter kece di Hellofit akan mengarahkan untuk langsung ke dokter atau melakukan pemeriksaan lab di luar.

Lab yang seringkali akan diperiksa oleh dokter untuk membantu mendiagnosa hepatitis A adalah:

  • SGOT/SGPT: ini merupakan pemeriksaan untuk melihat fungsi hati. Bila terjadi inflamasi pada hati, SGOT/SGPT dalam darah akan meningkat. Pemeriksaan ini relatif murah, sehingga biasanya SGOT/SGPT ini lah yang diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan spesifik untuk HAV.
  • Antibodi IgM HAV (immunoglobulin M hepatitis A): tubuh akan membentuk antibodi ini setelah 2-3 minggu terpapar, namun dapat di deteksi sebelum gejala muncul. Antibodi ini dapat bertahan sekitar 3-6 bulan setelah terinfeksi.
  • Antibodi IgG HAV (immunoglobulin G hepatitis A): antibodi ini akan muncul bila sudah terpapar dengan virus HAV dalam waktu lama, biasanya setelah 1-2 minggu setelah IgM muncul. IgG juga dapat terbentuk bila sudah pernah vaksinasi dan IgG ini biasanya menetap dalam darah seumur hidup.

Pengobatan

Tidak ada obat yang spesifik untuk menyembuhkan hepatitis A. Semua obatnya bersifat untuk menaikkan imun dan mengurangi gejala yang muncul. Terkadang diberikan juga beberapa vitamin untuk membantu mengurangi inflamasi pada hati.

Hal-hal ini dapat dilakukan untuk membantu penderita:

  • Istirahat. Para penderita biasa merasa tidak nyaman, sakit, dan capek berlebihan, sehingga sebaiknya disarankan untuk istirahat. Bila sulit untuk istirahat di rumah, terkadang akan di sarankan untuk rawat inap di rumah sakit.
  • Usahakan tetap makan-minum. Rasa mual terkadang kan membuat sulit untuk makan. Namun tetap sebisa mungkin makan walaupun lebih sedikit dari biasanya. Bila muntah, usahakan untuk tetap konsumsi makanan atau minuman yang tinggi kalori sehingga kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Jangan sampai terjadi dehidrasi.
  • Hindari minuman beralkohol. Saat sedang inflamasi, hati dalam kondisi yang kurang baik, dan minuman beralkohol dapat memperburuk keadaan.
  • Cuci tangan. Harus sering-sering cuci tangan terutama setelah buang air besar dan sebelum makan. Gunakan sabun dan air kurang lebih selama 20 detik.
  • Jangan siapkan makan orang lain apabila sedang terinfeksi. Walaupun Anda sudah cuci tangan, sebaiknya jangan. Ingat yaa, Hepatitis jenis ini sangat mudah menular.

Pencegahan

Saat ini sudah tersedia vaksinnya. Pada orang dewasa sehat, vaksin ini 95% efektif untuk mencegah dan melindungi hingga 20 tahun kedepan. Pada anak kecil, vaksin ini sekitar 85% efektif dan dapat bertahan selama 15-20 tahun kedepan. Vaksin ini biasanya diberikan 2x dengan jarak 6 bulan.

Walaupun pencegahan dengan vaksin sudah tersedia, pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan diri. Paling penting dengan selalu mencuci tangan sebelum makan-minum, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah dari kamar mandi. Selain itu, perhatikanlah dengan baik tempat dimana Anda makan. Bila daerah Sobatfit sering ada penderita penyakit ini, sebaiknya Sobatfit membawa sendok-garpu dan botol minum sendiri.

Menjaga kebersihan tangan merupakan hal yang sederhana namun sering dilupakan, padahal selain bisa mencegah COVID-19, mencuci tangan pun dapat mencegah segudang penyakit lainnya. Jadi Sobatfit, sering-sering cuci tangan ya!

Stay fit with Hellofit!

dr. Kezi’ah Wulan Tuerah

Baca juga artikel kesehatan lainnya: https://hellofit.id/category/kesehatan/

REFERENSI:

https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-a

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-a/symptoms-causes/syc-20367007

https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/hep-a.html#vaccine

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Hati-hati, Begadang Bisa Ganggu Imunitas

Ada banyak orang terpaksa begadang karena tuntutan pekerjaan. Banyak pula yang memilih beraktivitas pada malam hari karena merasa dirinya jauh…

Selengkapnya
Whitening Spray - aman

Instan Whitening Spray, Sekali Semprot Kulit Glowing! Amankah??

Bagi sebagian orang berasumsi bahwa kulit yang putih merupakan sebuah standar kecantikan. Terutama bagi wanita, Pemikiran yang salah ini kerap…

Selengkapnya

3 Kunci Sukses Diet Adele yang Turun Berat Badan Hampir 50Kg

Penyanyi Adele membuat fans dan publik terkejut. Tepat di ulang tahun yang ke-32 beberapa waktu lalu, ia memamerkan perubahan bentuk…

Selengkapnya
Arrow-up