COVID-19 di RI

(data per 24 November 2020)
506302
Positif
425313
Sembuh
16111
Meninggal
Pencegahan Info Kasus
Hijab Syndrome

Hijabers; Hati-Hati dengan Hijab Syndrome!

dr. Dwi Rizki Fadhilah

Memakai hijab atau turban merupakan suatu gaya hidup bagi banyak perempuan di Indonesia saat ini. Apalagi semakin banyak public figure yang menggunakan hijab sehingga dapat menjadi acuan fashion hijab buat masyarakat. Bagi Sobatfit yang merupakan seorang “hijabers”, ada yang tau ngga nih mengenai istilah “Hijab Syndrome”? Dalam ilmu kedokteran kasus ini cukup membahayakan, namun masih diabaikan oleh banyak orang.

Istilah “Hijab Syndrome” pertama kali diperkenalkan oleh Baram dan muridnya. Hijab syndrome merupakan masalah kesehatan di negara muslim yang banyak terjadi pada remaja yang menggunakan hijab. Menggunakan hijab atau turban apalagi bagi pemula, memang cukup menyulitkan. Banyak step yang harus dilakukan untuk memulai pemasangan hijab atau turban. Pemasangan hijab atau turban biasanya menggunakan jarum peniti yang digunakan untuk menahan agar posisi hijab atau turban tetap stabil di kepala. Saat ini sudah banyak pilihan jarum peniti yang beredar

Gambar 1: Berbagai ukuran dan bentuk jarum peniti

dikutip dari Jurnal of International Medical Research: Scarf pin-related hijab syndrome; A new name for an unusual type of foreign body aspiration 2017

Banyak hijabers mempunyai kebiasaan mengulum jarum peniti di antara bibir atau menggigit jarum peniti saat sedang memasang hijab. Karena pada saat yang bersamaan kedua tangan mereka memperbaiki posisi hijab agar lebih rapi. Pada keadaan batuk yang tiba-tiba, berbicara, atau tertawa, jarum peniti ini dapat masuk dalam saluran napas. Keadaan inilah yang disebut dengan hijab syndrome.

Masuknya jarum peniti dalam saluran pernapasan biasanya menimbulkan gejala pernapasan berupa batuk atau sesak napas (yang mana pasien tidak ada riwayat sesak napas sebelumnya) bahkan tidak memunculkan gejala sama sekali. Hal ini disebabkan karena ukuran jarum peniti yang cukup kecil.

Biasanya pasien akan datang ke layanan kesehatan dalam keadaan tidak mempunyai gejala, namun keadaan ini yang sangat membahayakan ya Sobatfit. Apabila jarum peniti ini dibiarkan akan menimbulkan masalah pada saluran napas tergantung lokasi tersangkutnya jarum. Efek berbahaya yang terjadi apabila dibiarkan yaitu gangguan pernapasan akut, perdarahan, robekan jalan napas, dan infeksi paru.

Gambar 2 : Foto Rontgen Dada

dikutip dari Jurnal of International Medical Research: Scarf pin-related hijab syndrome; A new name for an unusual type of foreign body aspiration 2017

Gambar diatas merupakan foto rontgen dada pasien dengan jarum peniti di saluran napas. Jarum peniti tampak pada bagian yang di lingkari hitam pada gambar. Jarum peniti pada pasien ini sudah masuk cukup jauh ke dalam saluran napas. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan jarum pada pasien disebut dengan bronkoskopi, yaitu suatu tindakan untuk pemeriksaan saluran napas dengan alat yang dimasukkan melalui mulut atau hidung. Alat ini akan dihubungkan dengan kamera yang dihubungkan dengan monitor, yang menjadi acuan bagi dokter untuk melihat dan mengambil jarum peniti tersebut. Biasanya tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis paru.

Bagi Sobatfit yang memiliki kebiasaan menahan jarum peniti di bibir atau dimulut, mulai dari sekarang sebaiknya mulai ditinggalkan kebiasaannya ya Sobatfit.

dr. Dwi Rizki

Baca juga artikel kesehatan lainnya: https://hellofit.id/category/kesehatan/

Sumber:
  • Baram A. 2017. Scarf pin-related hijab syndrome: A new name for an unusual type of foreign body aspiration
  • Anil K, et all. 2019. Aspiration of hijab pin is sharply rising among young women: A preventable health problem

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Pro dan Kontra Ganja, Seperti yang Disembunyikan Dwi Sasono

Menarik mencermati berita tertangkapnya aktor Dwi Sasono karena kepemilikan narkotika alami ganja sebanyak 16 gram di rumahnya di kawasan Pondok…

Selengkapnya

Belajar dari Tingginya Kasus Covid-19 di Kota Surabaya

Kota Surabaya menjadi sorotan karena mengalami peningkatan signifikan kasus baru Covid-19. Pasalnya, saat ini terdapat 2.748 kasus terkonfirmasi setelah Pemerintah…

Selengkapnya

Bayi Jarang BAB, Kapan Ibu Perlu Khawatir?

Buang air besar pada bayi menjadi perkara besar bagi seorang ibu baru. Kekhawatiran akan segera muncul tatkala bayi tidak buang…

Selengkapnya
Arrow-up