COVID-19 di RI

(data per 21 September 2020)
248852
Positif
180797
Sembuh
9677
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Hindari Makanan Ini Selama Masa Kehamilan

Hellofit

Masa kehamilan menjadi masa yang penuh makna bagi seorang ibu. Rasa bahagia bercampur khawatir seolah muncul pada masa yang bersamaan sehingga dapat dikatakan peran orang di sekitar menjadi sangat penting untuk menjamin ketenangan ibu yang sedang hamil. Kekhawatiran yang paling sering menghampiri para ibu adalah seputar kesehatan janin. Pasalnya janin di dalam kandungan ibu masih rentan sehingga perlu dijaga agar tumbuh dengan sehat dan sempurna.

Cara menjaga kesehatan janin pada dasarnya seiring dengan menjaga kesehatan ibu. Oleh karena itu ibu perlu menjaga gaya hidup sehat seperti istirahat cukup, olahraga ringan, cek kehamilan secara rutin, mengonsumsi suplemen yang sudah dianjurkan dokter dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Nah perlu diperhatikan bahwa faktor makanan memang sangat menentukan bagi perkembangan dan kesehatan janin. Selain perlu mempersiapkan makanan terbaik pada saat masa kehamilan, ibu juga perlu tahu bahwa ada beberapa makanan yang perlu dihindari karena rentan mengakibatkan keracunan yang membahayakan tumbuh kembang dan kesehatan janin. Lantas, apa saja makanan itu? Berikut akan diuraikan satu per satu setelah melansir dari berbagai sumber:

Ikan Tinggi Merkuri

Merkuri dikenal juga sebagai raksa atau hydrargyrum merupakan salah satu senyawa kimia yang dapat terkandung pada batu-batuan, hasil tambang, tanah, air dan udara. WHO telah menegaskan tentang bahaya merkuri bagi kesehatan terutama mengganggu organ-organ vital seperti otak, jantung, paru-paru dan ginjal.

Merkuri bisa ada pada tubuh ikan saat mengkonsumsi air yang sudah tercemar oleh merkuri. Oleh karena itu ibu hamil perlu hati-hati dalam mengkonsumsi ikan yang sangat potensial terpapar merkuri agar janin aman. Beberapa ikan yang perlu dihindari karena berkadar merkuri tinggi yaitu makarel, tuna, marlin dan hiu. Untuk memenuhi kebutuhan protein dan manfaat kesehatan dari ikan, ibu dapat memilih ikan lele, salmon, nila dan ikan mas.

Makanan yang tidak matang

Makanan yang tidak matang berpotensi mengandung bakteri dan virus sehingga sangat berbahaya bagi janin. Beberapa bakteri dan virus dapat melewati plasenta dan membahayakan bayi.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu menghindari makanan yang tidak matang bahkan kurang matang. Hindari konsumsi telur mentah atau setengah matang, sushi, steak setengah matang, kerang, daging dan unggas yang dimasak kurang matang agar tidak terjadi keracunan makanan.

Makanan yang tidak dipasteurisasi

Salah satu makanan yang berisiko bagi ibu hamil adalah makanan yang tidak dipasteurisasi karena dapat mengakibatkan listeriosis atau keracunan yang disebabkan bakteri Listeria. Lembaga Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat CDC mengatakan bahwa infeksi bakteri ini dapat mengakibatkan keguguran, lahir mati, persalinan prematur, dan penyakit atau kematian pada bayi baru lahir. Oleh karena itu ibu hamil perlu memastikan susu dan keju yang dikonsumsi merupakan hasil pasteurisasi. Salad ayam, salad tuna, salad makanan laut dan beragam makanan siap saji juga wajib dihindari.

Kurangi makanan yang memicu berat badan berlebih

Ibu hamil juga dianjurkan untuk mengurangi makanan yang tinggi kalori seperti kue, biskuit, keripik dan peremen demi menjaga berat badan tetap sehat. Selain itu, makanan cepat saji juga perlu dihindari karena mengandung lemak trans yang tidak saja memicu obesitas namun juga memicu tekanan darah tinggi yang sangat dihindari pada masa kehamilan hingga persalinan.

Jika tidak bisa menghindari kurangilah Kafein

Kebiasaan konsumsi kafein sebelum hamil tampaknya memang harus dihentikan sejenak atau sekedar membatasi sampai selesai persalinan. Hal ini karena kafein diserap dengan sangat cepat dan mudah masuk ke dalam plasenta dan janin. Kekhawatiran muncul jika asupan kafein tinggi pada masa kehamilan berisiko menumpuk pada plasenta karena memang tidak ada enzim utama yang dapat memetabolisme kafein. Hal ini juga dikhawatirkan akan membatasi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah yaitu kurang dari 2,5kg. Bayi dengan berat badan ini rentan mengalami kematian dan mengalami diabetes dan penyakit jantung pada saat dewasa.

Hindari Alkohol

Pada kondisi sehat sekalipun konsumsi alkohol tidak bisa berlebihan apalagi pada ibu hamil yang tidak saja memikirkan kesehatan dirinya sendiri melainkan juga bayi yang ada dalam kandungan. Konsumsi alkohol berisiko mengakibatkan keguguran, mengganggu perkembangan otak bayi dan kelahiran mati.

(JFS/FS)

Referensi:

https://www.fda.gov/files/food/published/Food-Safety-for-Pregnant-Women_1.pdf

https://www.medicalnewstoday.com/articles/246404#foods-to-avoid

https://www.healthline.com/nutrition/11-foods-to-avoid-during-pregnancy#10.-Alcohol

https://www.livescience.com/45090-pregnancy-diet.html

1 Comment

  1. ปั้มไลค์
    July 3, 2020

    Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

Leave a Reply

More great articles

Fungsi Hati dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati

Hati atau lever adalah salah satu organ yang sangat penting di dalam tubuh. Jika anda sering mendengar istilah detoksifikasi, maka…

Selengkapnya

Kenali Gejala dan Cara Pengobatan Chikungunya

Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Chikungunya. Sama dengan penularan demam berdarah dan Zika, penyebaran virus ke tubuh…

Selengkapnya

Gejala, Cara Mencegah dan Mengobati Disentri

Disentri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau amoeba namun lebih sering disebabkan oleh bakter Shigela. Selain disebabkan oleh bakteri…

Selengkapnya
Arrow-up