COVID-19 di RI

(data per 24 November 2020)
506302
Positif
425313
Sembuh
16111
Meninggal
Pencegahan Info Kasus
Hipermetropia

Hipermetropia (Rabun Dekat)

dr. Monicha Cicilia

Gangguan penglihatan karena kelainan refraksi pada mata ada berbagai macam seperti rabun jauh, rabun dekat, silindris, dan presbiopia/mata tua. Rabun dekat/ hipermetropia sering disama kan dengan presbiopia, tapi kedua hal ini sebenarnya berbeda ya walau sama-sama buram bila melihat dekat. Hipermeropia dikarenakan gangguan pada kornea mata dan bola mata yang pendek sedangkan prebiopia disebabkan karena otot lensa mata kaku karena proses penuaan. Nah, dari sini bisa disimpulkan bahwa hipermetropia bisa terjadi pada usia berapapun dan presbiopia terjadi pada usia tua. Artikel kali ini mari kita bahas secara khusus tentang hipermetropia ya.

Definisi Hipermetropia (Rabun Dekat)

Pada rabun dekat/hipermetropia terjadi suatu kelainan pada kornea mata atau bola mata yang terlalu pendek sehingga bayangan jatuh di belakang retina. Untuk mendapatkan penglihatan yang normal, bayangan harus jatuh tepat pada retina. Karena nanti retina yang akan meneruskan informasi peglihatan melalui saraf-saraf mata ke otak. Contoh kasus hipermetropia adalah buram ketika membaca buku, koran, main gadget dan melihat benda dekat lainnya tetapi untuk melihat benda yang jauh akan jelas. Hipermetropia ini sering disebut juga mata plus.

Bayi dan anak-anak juga cenderung mengalami hipermetropia ini karena bola mata mereka pendek masih dalam masa pertumbuhan, tapi tidak perlu kuatir karena pada masa muda daya akomodasi mata anak sangat baik sehingga bisa beradaptasi dan tidak menimbulkan masalah berarti, nanti seiring perkembangan bola mata menjadi sempurna penglihatan akan menjadi normal. Biasanya penglihatan sempurna saat usia 12 tahun.

Penyebab Hipermetropia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya penyebabnya karena kornea mata yang tidak normal atau karena bola mata yang terlalu pendek. Namun memang ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko terjadinya hipermetropia ini, seperti

  • Keturunan
  • Ras
  • Pola makanan yang tidak sehat
  • Penyakit tertentu seperti kencing manis, gangguan pembuluh darah retina, microphtalmia (bola mata kecil)

Gejala Hipermetropia

Penderita hipermetropia akan mengalami gejala seperti berikut Pandangan kabur saat melihat dekat

  • Mata mudah lelah
  • Sakit kepala terutama bila habis membaca atau menulis
  • Memicingkan mata saat melihat benda yang dekat
  • Mata sering terasa nyeri, tegang dan seperti terbakar

Kapan Harus Ke Dokter?

Karena bayi dan anak-anak cenderung mengalami hipermetropia maka dianjurkan anak-anak melakukan pemeriksaan mata rutin mulai dari usia 6 bulan lalu setiap tahunnya terutama bila sudah mulai sekolah. Pada orang dewasa yang pekerjaannya sering melihat dekat seperti supir dan pelaut juga sebaiknya rutin memeriksakan mata ke dokter mata setiap tahunnya. Dan tentu bila anda memiliki faktor resiko atau penyakit pada mata juga dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter mata ya, apalagi kalau sudah mengalami gejala hipermetropia dan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pengobatan Hipermetropia

Tujuan pengobatan adalah untuk mengembalikan agar bayangan jatuh tepat pada retina sehingga pandangan menjadi jelas. Ada beberapa pilihan pengobatan pada pasien hipermetropia tentu nanti dokter mata anda yang akan memilihkan pengobatan mana yang tepat untuk anda karena akan disesuaikan dengan kondisi mata, kondisi kesehatan, keparahan penyakit anda ya.

  • Penggunaan kacamata Ini merupakan salah satu pengobatan yang paling sederhana yang dapat dipilih, penggunaan kacamata ini harus digunakan setiap saat dan pembuatannya mengikuti resep kacamata dari dokter berdasarkan keparahan dari hipermetropia anda,
  • Penggunaan lensa kontak Lensa kontak juga dapat dipilih sebagai salah satu alternatif pengobatan ya. Dan sebaiknya dikonsultasikan juga ke dokter cara penggunaan, perawatan dan penyimpanan lensa kontak yang baik.
  • Laser assisted in situ keratomileusis (LASIK) Operasi dengan sinar laser dengan cara memperbaiki bentuk kornea mata dan membuat irisan kecil di bola mata. Pengobatan ini lebih sering dipilih untuk mengatasi hipermetropia karena pemulihan lebih cepat.
  • Laser assisted subepithelial keratectomy (LASEK) Prosedur ini dilakukan menyesuaikan bentuk lapisan luar kornea mata, merubah lekukannya dan mengganti epitelnya. Jadi memang penyembuhan akan lebih lama dan resiko lebih tinggi.
  • Photorefractive keratectomy (PRK) Prosedur operasi ini mirip seperti LASEK. Hanya saja di prosedur ini, lapisan epitel pada bola mata akan dibuang dengan harapan lapisan tersebut akan tumbuh dengan sendirinya dan mengikuti bentuk lengkung lensa mata yang telah disesuaikan dengan lase

Pencegahan Hipermetropia

Untuk pencegahan tentu saja kita harus menjaga kesehatan mata ya, dengan cara sebagai berikut :

  • Makan makanan bergizi seimbang terutama yang kaya vitamin A dan D seperti wortel, ikan, minyak ikan, hati ayam,susu, keju
  • Hindari merokok
  • Hindari begadang
  • Memeriksakan mata secara rutin 1 tahun sekali
  • Menggunakan kacamata yang tepat
  • Menggunakan kacamata pelindung saat melakukan pekerjaan beresiko seperti mengelas, memotong rumput, mengecat atau yang menggunakan produk kimia
  • Mencegah mata lelah dengan mengalihkan pandangan dari komputer atau gadget, atau saat membaca, setiap 20 menit, selama 20 detik, dan memandang objek lain yang jaraknya 20 kaki atau 6 meter
  • Anak dibawah 2 tahun sebaiknya belum dikenalkan dengan gadget terlebih dahulu
  • Gunakan kacamata hitam saat berpergian keluar ruangan di siang hari • Istirahat yang cukup
  • Banyak minum air putih
  • Perbanyak aktivitas diluar ruangan
  • Mengendalikan kondisi kesehatan kronis, misalnya diabetes dan tekanan darah tinggi. Kondisi tersebut bisa memengaruhi penglihatan Anda jika tidak ditangani dengan serius

Jadi sekarang sudah mengetahui ya kalau hipermetropia itu berbeda dengan prebiopia/mata tua. Hipermetropia bisa terjadi pada usia berapapun, tidak hanya waktu usia tua. Sehingga dari muda kita sebaiknya menjaga kesehatan mata kita karena kalau dari muda sudah rabun dekat nanti ketika tua dimana otot lensa mata makin kaku karena proses penuaan maka rabun dekatnya kan semakin parah, tentu penggunaan lensa mata akan semakin tebal dan resiko terjadi komplikasi semakin tinggi ya. Yuk, mulai rutin memeriksakan mata ke dokter mata setiap tahunnya dan makan makanan bergizi seimbang.

Salam sehat, hellofit!

dr. Monicha Cicilia

Baca juga artikel kesehatan lainnya: https://hellofit.id/category/kesehatan/

Referensi :
  • Vaughanand Asbury. 2007. General Ophthalmology 17 th edition. Jakarta: Penerbit Buku kedokteran EGC.
  • Kanski, Jack J. 2011. Clinical Ophthalmology : A Sistem Approach. 7th edition. Philadelphia : Elsevier Saunders
  • Ilyas, Sidarta 2013. Ilmu Penyakit Mata. Edisi keempat. Balai Penerbit FKUI; Jakarta.
  • https://www.webmd.com/eye-health/farsightedness#1
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/farsightedness/diagnosis-treatment/drc20372499

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Pertolongan Pertama Ketika Disengat Lebah atau Tawon

Sengatan lebah atau tawon dapat membuat Anda kesakitan dan membuat bagian kulit yang tersengat membengkak. Seorang peneliti telah membuat penelitian…

Selengkapnya

Tips Mencuci Muka yang Benar agar Kulit Sehat dan Cerah

Rajin mencuci wajah setelah beraktivitas sepanjang hari merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit wajah. Kendati ini adalah…

Selengkapnya

Apakah Keputihan Anda Normal?

Tentu setiap wanita sudah tidak asing lagi dengan istilah keputihan. Beberapa wanita juga risih dengan keputihan yang dialaminya. Tidak sedikit…

Selengkapnya
Arrow-up