COVID-19 di RI

(data per 24 November 2020)
506302
Positif
425313
Sembuh
16111
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Kenali Kudis, Penyakit Menular yang Bisa Bertahan Hidup dan Bertelur di Kulit

dr. Thomas A Husada

Kudis atau yg dalam isitiah kedokteran disebut sebagai nama skabies (scabies) adalah penyakit kulit menular akibat tungau Sarcoptes scabiei. infestasi dan sensitisasi terhadap parasit sarcoptes scabiei var hominis dan produknya, seperti telur, feses, saliva, atau produk sekretori lainnya.

Penyakit ini bersifat menular dan umumnya menyerang sekelompok orang, misalnya pada perkampungan padat penduduk atau penghuni asrama.Tungau tersebut dapat masuk ke dalam kulit untuk bertahan hidup dan bertelur. Tungau bahkan bisa terus berada dalam kulit sampai dua bulan lamanya

Penyebab Kudis

Kudis disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut membuat lubang menyerupai terowongan pada kulit untuk dijadikan sarang. Mereka bertahan hidup dengan menjadi benalu di kulit manusia, dan akan mati dalam beberapa hari tanpa manusia.

Penularan tungau Sarcoptes scabiei terjadi melalui 2 cara, yaitu:

-Kontak langsung, seperti melalui pelukan atau berhubungan seksual. Berjabat tangan hanya memiliki potensi kecil menularkan tungau.

-Tidak langsung, misalnya berbagi peggunaan pakaian atau tempat tidur dengan orang yang menderita kudis.

Risiko kudis menular tergolong tinggi pada:
– Anak-anak, terutama yang tinggal di asrama.
– Orang dewasa yang aktif secara seksual.
– Seseorang yang tinggal di panti jompo.
– Seseorang yang tengah dirawat di rumah sakit.
– Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita HIV atau kanker.

Gejala Kudis

Kudis ditandai dengan munculnya rasa gatal hebat, terutama saat malam hari, disertai timbulnya ruam bintik-bintik menyerupai jerawat. Ruam yang muncul juga dapat berupa lepuhan kecil dan bersisik. Pada anak-anak dan orag dewasa, gejala tersebut dapat muncul pada area:

  • Ketiak
  • Sekitar payudara
  • Puting
  • Siku
  • Pergelangan tangan
  • Sela-sela jari dan telapak tangan
  • Pinggang
  • Sekitar kelamin
  • Bokong
  • Lutut
  • Telapak kaki

Sedangkan pada bayi, balita, dan lansia, gejala dapat muncul di area:
– Kepala
– Wajah
– Leher
– Tangan
– Telapak kaki

Pencegahan

Cara paling ampuh untuk mencegah kudis adalah dengan menjaga diri agar tidak terpapar tungau Sarcoptes scabiei, baik melalui kontak langsung dengan penderita atau secara tidak langsung. Sedangkan bagi penderita, lakukanlah hal-hal berikut ini untuk mencegah kudis menulari orang lain:

Bersihkan semua pakaian atau barang pribadi menggunakan sabun dan air hangat. Lalu, keringkan di udara yang panas. Bungkus dengan plastik barang yang berpotensi terkontaminasi tungau, namun tidak bisa dicuci. Lalu, letakkan di tempat yang jauh dari jangkauan. Tungau yang terdapat di barang tersebut akan mati dalam beberapa hari.

Pengobatan Kudis

Penanganan kudis bertujuan untuk membasmi tungau penyebabnya. Dokter akan meresepkan obat oles permethrin untuk membunuh tungau beserta telurnya.
Penggunaan obat dilakukan saat malam hari, dengan dioleskan ke bagian tubuh yang mengalami kudis.

Penting untuk diketahui bahwa gejala dapat terasa memburuk di awal pengobatan. Hal itu tergolong wajar. Gejala akan mulai berkurang setelah satu minggu pengobatan, dan sembuh sepenuhnya setelah 4 minggu pengobatan.

Pasien dapat melakukan perawatan sederhana di rumah guna mengurangi rasa gatal yang timbul akibat kudis. Di antaranya: Berendam di air dingin, atau menempelkan kain basah pada area kulit yang bermasalah.

Menggunakan losion kalamin. Namun, konsultasikan terlebih dahulu mengenai penggunaannya dengan dokter.

Komplikasi

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat kudis, terutama yang tidak mendapatkan penanganan secara tepat, adalah:
-Infeksi bakteri. Infeksi bakteri merupakan dampak dari kudis yang terus menerus digaruk, sehingga menyebabkan luka dan memudahkan bakteri berbahaya masuk dan menyerang tubuh.

-Norwegian scabies atau kudis berkrusta. Orang yang menderita kudis hanya memiliki 10-15 tungau di tubuhnya. Sedangkan pada kudis berkrusta, tungau yang ada di tubuh dapat mencapai jutaan.

Kondisi ini membuat kulit menjadi keras, bersisik, dan kudis pun menyebar ke banyak bagian tubuh lain. Seseorang yang memiki sistem kekebalan tubuh lemah, menderita suatu penyakit parah, atau tengah dirawat di rumah sakit memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi ini.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kulit bila kamu mengalami gejala-gejala kudis seperti di atas. Dengan mengaplikasikan obat yang diresepkan oleh dokter, kamu bisa mengatasi gejala kudis yang mengganggu.

Dr Thomas A husada
Rumah Sakit Kartini, Lebak Banten
Interest: surgery, kariovaskular, personalized healthcare


Referensi:
https://www.sehatq.com/forum/kudis-definisi-dan-gejala
https://www.healthline.com/health/scabies

1 Comment

  1. ปั้มไลค์
    May 31, 2020

    Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

Leave a Reply

More great articles

Cara Aman Mengonsumsi Lidah Buaya

Barangkali sudah banyak orang yang mengetahui manfaat lidah buaya atau Aloe vera untuk kesehatan dan kecantikan. Tanaman yang berasal dari…

Selengkapnya

Selalu Dianjurkan, Apa Saja Gaya Hidup Sehat Itu?

Barangkali Anda sudah sangat sering mendengar anjuran untuk menerapkan gaya hidup sehat demi mencegah penyakit dan memperpanjang umur. Sebenarnya manfaat…

Selengkapnya
Gondongan

Apakah Gondongan Berbahaya?

Parotitis atau gondongan adalah penyakit akibat infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar liur dalam mulut yang terletak di bagian…

Selengkapnya
Arrow-up