COVID-19 di RI

(data per 21 September 2020)
248852
Positif
180797
Sembuh
9677
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Menilik Potensi King of Spice, Lada untuk Kesehatan

Hellofit

Lada yang dijuluki sebagai King of Spice atau Raja Rempah-Rempah merupakan komoditi pertanian utama di Indonesia. Pasalnya, Indonesia sempat menguasai 80% pasar ekspor lada dunia dan hingga kini masih termasuk negara pengekspor terbesar setelah Vietnam. Kita juga ingat bahwa pada masa penjajahan, salah satu alasan negara-negara penjajah datang ke Indonesia adalah karena rempah-rempah. Bahkan negeri ini sedang memperjuangkan jalur rempah sebagai warisan dunia.

Baca Juga: Coba Cara Ini untuk Atasi Kudis Secara Alami

Dari kisah tersebut, tentu terbesit sebuah pertanyaan mendasar tentang mengapa lada begitu diminati. Sebagai bumbu, lada dapat memberikan aroma dan rasa getir saat mengonsumsinya. Dari sisi kesehatan, lada juga menyimpan manfaat yang luar biasa. Melansir WebMD, orang-orang di dunia telah mengonsumsi lada untuk radang sendi, asma, sakit perut, bronkitis, infeksi bakteri yang menyebabkan kolera, kolik, depresi, diare, kelelahan, gas, sakit kepala, dorongan seksual, nyeri haid, hidung tersumbat, infeksi sinus, pusing, kulit berubah warna atau vitiligo, performa olahraga, penurunan berat badan, dan kanker.

Lada juga telah digunakan pada kulit untuk campak, scabies atau gatal karena tungau, mengobati rasa sakit, dan mengatasi gigitan serangga. Minyak lada juga dihirup untuk mencegah , membantu berhenti merokok dan mengurangi mengidam dan kesulitan menelan. Orang menghirup minyak lada hitam untuk meningkatkan stabilitas pada orangtua, untuk membantu berhenti merokok dan mengurangi mengidam, dan untuk kesulitan menelan.

Kandungan Lada 

Tentu saja manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari lada tak lepas dari kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Melansir Dr. Axe dalam  2,3 gram lada, setidaknya anda dapat memeroleh nutrisi sebagai berikut:

5,8 kalori

0,1 gram lemak

0,5 miligram natrium

Karbohidrat 1,5 gram

0,6 gram serat

0,2 gram protein

0,3 miligram mangan

3,8 mikrogram vitamin K

0,03 gram tembaga

Potensi Lada Untuk Kesehatan

Sudah ada penelitian laboratorium yang berusaha menggali potensi lada bagi kesehatan. Salah satunya adalah penelitian laboratorium yang menggali manfaat lada untuk mencegah kanker. Penelitian ini menguji peran dua jenis bumbu yang sering digunakan seperti kunyit dan lada sebagai antikanker. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi antara keduanya juga ketika digunakan satu saja dari antara keduanya efektif membunuh sel-sel ganas. Senyawa piperin pada lada dan curcumin pada kunyit memang sering dikaitkan karena piperin dapat mempermudah penyerapan curcumin di dalam tubuh.

Selain anti kanker, kombinasi kunyit dan lada atau saat keduanya digunakan terpisah sekalipun juga berpotensi mengatasi depresi. Penelitian baru sampai pada tataran uji hewan tapi ini merupakan temuan potensial yang perlu ditindaklanjuti mengingat obat-obatan antidepresan juga sarat dengan efek samping. Lada juga telah diteliti manfaatnya untuk meningkatkan kognitif seseorang dan mampu meningkatkan memori pada penderita Alzheimer.

Penelitian laboratorium juga telah menunjukkan peran antioksidan pada lada dalam melindungi organ hati dari stres oksidatif. Ini juga membantu organ hati untuk mempertahankan tingkat glutathione (GSH) yaitu antioksidan penting yang akan berkurang seiring dengan terjadinya kerusakan hati. Piperin tidak hanya memiliki sifat antioksidan melainkan juga berperan sebagai antibakteri dan antiinflamasi atau anti peradangan.

Sebagaimana diketahui bahwa peradangan kronis merupakan akar dari penyakit. Itu sebabnya mengonsumsi lada yang mengandung antiinflamasi tentu akan sangat berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit. Jika anda rentan mengalami radang gusi dan gigi berlubang, barangkali anda perlu mencoba konsumsi lada yang akan efektif melawan bakteri mulut yang menyebabkan kedua kondisi umum tersebut.

Selanjutnya penelitian mulai menunjukkan peran lada untuk seseorang yang ingin berhenti merokok. Kegiatan menghisap tembakau ini telah dikaitkan dengan beragam penyakit berbahaya seperti jantung, stroke, kanker dan mengganggu kesuburan. Namun tidak sedikit yang kesulitan ketika berusaha berhenti dari kebiasaan buruk ini.

Sebuah penelitian awal menunjukkan seseorang kehilangan minat merokok setelah mengepulkan asap pada alat uap yang mengandung minyak lada selama lebih dari 3 jam. Selain mengurangi minat merokok, ini juga membuat rasa cemasnya berkurang. Hal akan sangat membantu karena sebagian besar orang yang berhenti merokok kesulitan menghilangkan kecemasan mereka.

Anda juga mungkin akan terkejut dengan manfaat tersembunyi dari lada yang tidak banyak diungkapkan yakni dapat mencegah jatuh pada orang berusia lanjut. Sebuah penelitian awal melihat manfaat mengoleskan minyak lada di dekat sisi kanan hidung dan menghirup aromannya terhadap peningkatan stabilitas orang tua. Mereka yang berusia lanjut lebih mampu mempertahankan posisinya bahkan ketika matanya ditutup.

(JFS/FS)

Referensi:

https://www.webmd.com/diet/peppers-health-benefits

https://draxe.com/nutrition/black-pepper-benefits/https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5818432/

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5818432/

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Minum 2-3 Cangkir Kopi Sehari Bisa Turunkan Berat Badan, Lho!

Siapa yang menyukai kopi? Minuman terbaik di seluruh dunia ini memiliki banyak manfaat kesehatan seperti dapat mengurangi risiko penyakit jantung,…

Selengkapnya
Kolesterol - Cholesterol

Kenali Tanda-Tanda Kolesterol Meningkat

Hingga saat ini penyakit kolesterol belum bisa diatasi. Tidak hanya pada kelompok usia lanjut, dewasa muda pun kini sudah tidak…

Selengkapnya

Ketahui Manfaat Zinc untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Salah satu suplemen kesehatan yang turut berkontribusi dalam meningkatkan daya tahan tubuh adalah Zinc. Namun yang perlu dicatat bahwa produk…

Selengkapnya
Arrow-up