COVID-19 di RI

(data per 02 Desember 2020)
549508
Positif
458880
Sembuh
17199
Meninggal
Pencegahan Info Kasus
Usus Buntu

Radang Usus Buntu, Haruskah di Operasi?

dr. Monicha Cicilia

Ketika dokter mendiagnosa pasien dengan usus buntu pasti yang ada di benak pasien dan keluarga adalah apakah saya harus dioperasi? Operasi memang menjadi ketakutan pada sebagian orang dan memang tentu saja operasi memiliki resiko yang tidak kecil ya. Tapi benarkah semua kasus usus buntu harus dioperasi? Mau mengetahui jawabannya? Kenalan dulu dengan si kecil usus buntu ini ya.

Pengertian Usus Buntu

Usus buntu/apendiks merupakan organ kecil berupa kantung yang terdapat di ujung awal dari usus besar, ukurannya hanya 5-10 cm. Sampai saat ini fungsi organ ini masih belum diketahui dengan jelas. Nah, penyakit usus buntu disebabkan karena terjadinya peradangan/infeksi pada organ usus buntu ini. Penyakit ini disebut juga apendisitis.

Usus Buntu

Penyebab Apendisitis

Peradangan pada usus buntu ini biasanya disebabkan karena adanya sumbatan pada usus buntu, sumbatan dapat bersifat parsial/Sebagian sampai sumbatan total. Sumbatannya bisa karena feses/kotoran kita, benda asing yang masuk ke usus, penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu karena infeksi di saluran pencernaan atau di bagian tubuh lainnya dan kanker. Sumbatan lama kelamaan akan membuat peradangan pada usus buntu dan akhirnya menyebabkan terjadinya infeksi.

Infeksi pada usus buntu merupakan suatu keadaan emergency yang membutuhkan penanganan segera ya. Karena infeksinya dapat berkembang dengan cepat dan bisa menyebabkan usus buntu pecah ya. Kalau usus buntu yang infeksi sampai pecah bisa membuat peradangan di seluruh perut dan bisa membahayakan jiwa.

Apendisitis bisa menyerang segala umur tapi paling sering di usia 10-30 tahun dan jarang sekali pada usia dibawah 2 tahun.

Gejala Apendisitis

Gejala apendisitis sangat khas, yaitu:

  • Nyeri perut kanan bawah yang mendadak, nyeri bisa terasa mulai dr pusar menjalar ke perut bagian bawah,nyeri akan makin berat bila beraktivitas, bila terjadi pada wanita hamil nyeri perut bisa naik keatas karena usus buntu terdorong sampai ke atas oleh rahim.
  • Mual muntah
  • Demam
  • Hilangnya napsu makan
  • Tidak dapat membuang gas

Kapan Harus Ke Dokter?

Bila merasa nyeri perut disertai demam terutama bila nyeri perut kanan bawah, segeralah periksakan ke dokter. Apalagi bila mengalami semua tanda diatas ya. Sebaiknya sebelum ke dokter hindari mengkonsumsi obat anti nyeri apapun supaya dokter nanti bisa melakukan pemeriksaan fisik dengan baik. Semakin cepat anda ke dokter dan semakin dini didiagnosa maka kemungkinan kesembuhan semakin besar dan komplikasi bisa dihindari.

Untuk mendiagnosa dokter akan melakukan anamnesa mendalam, pemeriksaan fisik terutama untuk melihat respons nyeri perut pasien, dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan kencing, USG perut atau CT-scan perut bila diperlukan.

Komplikasi Apendisitis

Bila tidak segera ditangani penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi yang serius.

• Peritonitis / infeksi pada rongga perut
Apendisitis bila dibiarkan terus bisa menyebabkan infeksi makin berat dan parah sehingga menyebabkan usus buntunya pecah dan infeksinya mengenai seluruh rongga perut. Hal ini mengancam jiwa dan harus diberikan antibiotic dosis tinggi dan operasi besar dengan membersihkan seluruh isi rongga perut untuk menanganinya. Gejala dari komplikasi ini nyeri perut hebat terus menerus disertai demam.

• Abses karena terbentuknya kantung nanah
Bila ada infeksi sebenarnya tubuh kita akan merespon untuk mengatasi infeksi tersebut. Jadi tubuh membentuk selubung menyelubungi usus buntu yang infeksi jadinya akan membentuk kantung berisi nanah ini yang nanti akan beresiko terjadinya peritonitis juga. Bila sudah terjadi ini dokter tidak bisa melakukan langsung operasi tapi akan diberikan antibiotik dulu atau penyedotan nanahnya nanti bila peradangan sudah mereda baru dilakukan operasi pengangkatan.

Pengobatan Apendisitis

Sebagian besar kasus apendisitis adalah kasus emergency dan memang membutuhkan penanganan segera. Biasanya akan dilakukan operasi pengangkatan usus buntunya yang infeksi yang dikenal dengan nama apendiktomi. Sebelum operasi akan diberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi dan setelah operasi untuk mencegah infeksi setelah operasi. Dan tentu akan diberikan juga anti nyeri untuk mengatasi nyeri yang dialami.

Sebagian kecil kasus ringan, biasanya pemberian antibiotik saja bisa menangani apendisitis ini dan tidak memerlukan operasi. Sayangnya sebagian besar kasus apendistis yang datang ke dokter sudah buka kasus ringan dan bahkan sudah terjadi komplikasi seperti terbentuk kantung nanah sehingga membutuhkan tindakan operasi.

Operasi bisa dilakukan dengan 2 cara :

• Laparotomi
Operasi ini dilakukan dengan sayatan 5-10cm di perut kanan bawah, perut dibuka untuk mengangkat usus buntu yang meradang. Operasi ini lebih murah, dilakukan untuk kasus yang lebih berat dan terjadi komplikasi. Pemulihan lebih lama dan resiko infeksi setelah operasi lebih besar.

• Laparoskopi
Operasi ini memerlukan sayatan yang kecil hanya 1-2 cm dan akan menggunakan alat bedah khusus yang ada kamera untuk mengangkat usus buntu yang radang. Operasi ini disukai karena lebih cepat, penyembuhan cepat, resiko operasi lebih kecil. Kekurangannya operasi mahal dan membutuhkan dokter bedah yang ahli menggunakan alat khusus laparoskopi ini.

Penderita sebaiknya istirahat selama pemulihan 10-14 hari untuk laparotomi dan 3-5 hari pada laparoskopi.

Pencegahan Apendisitis

Bila sudah terjadi apendisitis maka tidak ad acara mencegahnya ya. Oleh karena itu pencegahan dilakukan sebelum terjadi penyakit ini ya.

Beberapa tips yang bisa dilakukan dirumah :
  • Perbanyak makan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah
  • Hindari makanan kalengan
  • Hindari makanan yang dibakar
  • Makan makanan yang bersih dan hindari yang kotor/jajan sembarangan
  • Hindari sering makan gorengan
  • Perbanyak minum air putih

Jadi pada kasus radang usus buntu memang sebagian besar membutuhkan operasi ya, hal ini juga dikarenakan banyak pasien yang datang ke dokter terlambat sehingga pada pasiennya kasus sudah tidak ringan lagi dan membutuhkan penanganan segera untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. Sehingga sebaiknya bila sudah mengalami gejala walau ringan segera lah periksakan ke dokter supaya bisa didiagnosa lebih cepat dan pengobatan bisa lebih cepat diberikan.

Kalaupun harus dilakukan operasi, tidak perlu kuatir karena dokter akan melakukan usaha terbaiknya demi menolong anda, dan akan diberikan pengobatan setelah operasi untuk meminimalisir resiko operasi. Dokter tentu sudah menimbang semua kemungkinan pilihan tindakan pengobatan terbaik sesuai kondisi anda.

Oleh karena itu, lebih baik mencegah daripada mengobati ya. Mulailah melakukan pola hidup sehat dan bisa lakukan tips-tips yang sudah diberikan diatas untuk mencegah terjadinya radang usus buntu.

Salam sehat, hellofit!

dr. Monicha Cicilia

Baca juga artikel kesehatan lainnya: https://hellofit.id/category/kesehatan/

Referensi :

https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-appendicitis#1

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543

https://emedicine.medscape.com/article/773895-overview

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Beda Aritmia dan Takikardia yang Diduga Menyerang Jessica Iskandar

Artis Jessica Iskandar baru saja melakukan tes laboratorium usai merasakan gejala detak jantung yang tidak normal bahkan pada saat sedang…

Selengkapnya

Epilepsi, Penyakit yang Sering Dianggap Kutukan

Epilepsi merupakan gangguan sistem saraf pusat yang terjadi dalam jangka waktu yang lama umumnya mengakibatkan kejang dan kehilangan kesadaran. Namun…

Selengkapnya
Ilustrasi Meditasi

Kelola Stres dengan Meditasi

Stres merupakan salah satu dampak yang paling sering dirasakan di masa sulit seperti sekarang ini. Tekanan datang silih berganti akibat…

Selengkapnya
Arrow-up