COVID-19 di RI

(data per 21 September 2020)
248852
Positif
180797
Sembuh
9677
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Sejauh Mana Makanan Mempengaruhi Depresi?

Hellofit

Barangkali Sobatfit berpikir bahwa depresi mungkin terjadi karena kemampuan orang yang berbeda-beda dalam menghadapi dan mengelola tekanan. Mereka yang gagal mengelola tekanan yang muncul berujung pada depresi. Sementara mereka yang terbiasa menghadapi tekanan dan mampu mengelolanya dengan baik tak akan mengalami depresi.

Baca Juga: Sudah Coba Cara Ini Untuk Mengelola Stres?

Tetapi tahukah Sobatfit, ada beberapa penelitian yang menemukan hubungan antara makanan yang dikonsumsi dengan kecenderungan mengalami depresi? Ungkapan kamu adalah apa yang kamu makan adalah yang paling tepat untuk menggambarkan pengaruh makanan terhadap kondisi kesehatan termasuk depresi.

Mengutip Mayo Clinic, ahli diet bersertifikat, Katherine Zeratsky, R.D., L.D mengatakan, orang yang mengonsumsi makanan yang tinggi daging olahan, coklat, makanan penutup yang manis, makanan yang digoreng, sereal olahan dan produksi susu tinggi lemak jauh cenderung lebih mudah mengalami gejala depresi.

Sementara mereka yang mengisi menu makannya dengan buah-buahan, sayuran dan ikan lebih kecil kemungkinan mengalami depresi. Penelitian di tahun 2014 juga menunjukkan diet Mediterania yang menekankan konsumsi buah-buahan, sayuran dan ikan dan membatasi daging dan produk susu memiliki tingkat depresi dan penyakit lain yang lebih rendah seperti Alzheimer, Diabetes dan penyakit jantung.

Kendati tidak ada yang bisa menyebabkan makanan tertentu yang pasti mampu mencegah atau mengatasi gejala depresi, tapi anda juga perlu tahu bahwa makanan dapat memengaruhi otak anda. Di dalam otak terdapat serotonin yang mempengaruhi suasana hati. Klaim bahwa makanan yang anda makan dapat memengaruhi suasana hati anda didasarkan pada fakta bahwa 95 persen serotonin diproduksi di saluran pencernaan.

Lantas, makanan apa saja yang penting Anda siapkan untuk menjaga kesehatan pikiran dan keseluruhan kesehatan tubuh anda? Makanan yang mengandung antioksidan mungkin akan sangat berguna karena mampu menangkal radikal bebas yang lebih berisiko pada otak anda. Makanan tinggi beta-karoten, vitamin C, dan vitamin E yang memiliki sifat antioksidan dapat anda coba.

Masukkanlah beberapa makanan ini ke dalam diet anda meliputi brokoli, wortel, labu, bayam, ubi jalar, anggur, kiwi, jeruk, paprika, kentang, stroberi, tomat, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur dan gandum. Tapi tunggu dulu, anda juga perlu memperhatikan efek makanan tersebut pada kondisi tubuh anda. Jika anda alergi pada salah satu makanan, gantilah dengan makanan lain yang juga mengandung beta-karoten, vitamin C dan vitamin E.

Banyak orang khawatir dengan konsumsi karbohidrat yang berlebihan karena dikaitkan dengan beragam penyakit. Padahal karbohidrat juga dibutuhkan oleh tubuh, hanya saja anda perlu bijak memilih jenisnya dan mengatur jumlah yang dikonsumsi. Karbohidrat mungkin akan memengaruhi suasana hati yang berkaitan dengan serotonin.

Konsumsi protein juga dapat membantu produksi serotonin. Saat kondisi pikiran dan suasana hati anda kurang baik, anda bisa mencoba mengonsumsi protein baik dari hewan maupun nabati. Selain itu, anda juga perlu memperhatikan asupan folat karena telah dikaitkan dengan depresi. Penelitian menunjukkan depresi meningkat pada pria dan wanita yang jumlah folatnya berkurang.

Penelitian juga telah mengaitkan depresi dengan kekurangan selenium. Ini dapat diperoleh dari kacang-kacangan, daging ayam, kerang, ikan sarden, kepiting, beras merah dan gandum. Makan ikan juga dinilai baik untuk mencegah dan mengatasi depresi karena mengandung asam lemak Omega-3. Beberapa studi juga telah mengaitkan asupan lemak baik tersebut dengan tingkat depresi seseorang. Nah, kendati masih butuh penelitian lebih lanjut untuk mengaitkan makanan dan depresi, tidak ada salahnya Sobatfit mencoba mengatur pola makan sesuai dengan anjuran tulisan di atas ya. Bagaimanapun makanan tersebut akan bermanfaat untuk kesehatan Sobatfit secara keseluruhan. Salam sehat, Sobatfit.

(JFS/FS)

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/depression/expert-answers/depression-and-diet/faq-20058241

https://www.insider.com/foods-that-battle-depression

https://www.webmd.com/depression/guide/diet-recovery#2

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Diduga Tercemar Bakteri Listeria, Jamur Enoki di Indonesia Ditarik dari Peredaran

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian memerintahkan penarikan dan pemusnahan Jamur Enoki yang masih beredar di Indonesia. Hal ini didasarkan…

Selengkapnya
Preeklampsia - kehamilan Pregnant

Preeklampsia Perenggut Nyawa Ibu dan Janin, Seberapa Bahayakah?

Preeklampsia merupakan satu diantara tiga penyebab utama kematian serta penyakit pada bayi dan ibu hamil di seluruh dunia, disamping perdarahan…

Selengkapnya

Seluk Beluk Penyakit Jantung yang Tak Banyak Diketahui

Penyakit jantung yang sering juga disebut sebagai penyakit kardiovaskular merupakan gangguan pada kerja jantung karena adanya penyempitan pada pembuluh darah…

Selengkapnya
Arrow-up