COVID-19 di RI

(data per 21 September 2020)
248852
Positif
180797
Sembuh
9677
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Seluk Beluk ISPA yang Ancam Kesehatan

Hellofit

Beberapa daerah yang dekat dengan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) biasanya akan mengalami peningkatan orang yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Tahun 2019 lalu, Ketua BNPB menyampaikan bahwa 919.516 orang menderita ISPA karena kerhutla. Penyakit ini juga dapat dipicu tingginya polutan di udara. Bayi dan anak-anak yang sering terpapar asap rokok juga berpotensi untuk terkena ISPA.

Namun selain yang disebutkan di atas, sebagian besar penyebab ISPA adalah serangan virus yang mengakibatkan infeksi pada saluran pernafasan atas meliputi sinus, saluran hidung, faring dan laring.

Penyakit ini umum diderita sehingga menjadi alasan yang sering dikeluhkan ketika berkunjung ke dokter. Penyakit ini bisa menyerang kapan saja namun sering terjadi pada musim hujan. Penyakit ini juga bisa menular sehingga untuk mencegah penularan perlu rajin mencuci tangan, menutup area mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, serta tidak berkontak terlalu dekat dengan orang yang menderita ISPA.

Penyebab

Melansir medicenet, berikut beberapa patogen umum penyebab ISPA dan masa inkubasinya:

  • Virus Thino dengan masa inkubasi 1-5 hari
  • Streptokokus Grup A dengan masa inkubasi 1-5 hari
  • Virus Influenza dan Parainfluenza dengan masa inkubasi 1-4 hari
  • Virus Respiratory Syncytial (RSV) dengan masa inklubasi 7 hari
  • Batuk rejan (Pertusis) dengan masa inkubasi 7-21 hari
  • Difteri dengan masa inkubasi 1 sampai dengan 10 hari
  • Virus Epstein-Barr (EBV) dengan masa inkubasi 4-6 minggu

Gejala

Gejala ISPA yang umum terjadi adalah batuk, bersin, hidung tersumbat, hidung berair bisa berubah dari berwarna bening ke hijau, pilek, demam, gatal pada tenggorokan dan sakit menelan. Pada anak-anak, gejalanya bisa saja hanya berupa demam ringan. Namun ada juga yang disertai dengan gejala tiba-tiba mengalami sakit tenggorokan, seperti merasa ada benjolan di tenggorokan, batuk kering dan sakit saat menelan.

Penyakit terkait

Melansir medicenet, berikut adalah beberapa penyakit terkait yang bisa berhubungan dengan ISPA:

  • Gangguan pernapasan akibat epiglottitis;
  • infeksi sekunder oleh bakteri (infeksi virus dapat menyebabkan gangguan pada penghalang fisik di saluran pernapasan sehingga memudahkan bakteri untuk menyerang) yang mengakibatkan sinusitis bakteri, bronkitis, pneumonia;
  • pembentukan abses di amandel;
  • demam rematik dari radang tenggorokan;
  • penyebaran infeksi dari sinus ke otak (meningitis);
  • keterlibatan telinga yang mengakibatkan infeksi telinga tengah (otitis media);
  • memburuknya penyakit paru-paru kronis yang mendasari (asma, COPD);
  • penyebaran infeksi ke jantung (perikarditis, miokarditis);
  • penyebaran infeksi ke otak atau cairan di sekitar otak yang menyebabkan ensefalitis atau meningitis; dan
  • nyeri otot dan patah tulang rusuk akibat batuk yang kuat.

Cara mengobati

Penanganan penyakit ISPA yang disebabkan oleh virus membutuhkan istirahat yang cukup dan konsumsi makanan bergizi untuk bisa melawan virus. Konsumsi air putih yang cukup dan melakukan pergerakan badan dalam batas normal. Pengobatan biasa dilakukan dengan memberikan obat flu. Namun jika dokter mendiagnosa ISPA yang dialami pasien disebabkan oleh bakteri maka bisa menggunakan antibiotik. Antivirus juga bisa direkomendasikan oleh dokter kepada pasien dengan sistem kekebalan tubuh buruk.

Penggunaan antibiotik harus dengan resep dokter. Dokter lebih tahu jenis antibiotik apa yang efektif untuk jenis infeksi yang terjadi. Selain itu, penggunaan antibiotik juga memiliki efek samping dan bisa meningkatkan resistensi bakteri sehingga sangat riskan bila anda menggunakan antibiotik secara sembarangan. (JFS/FS)

Referensi

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190923160933-20-433052/penderita-ispa-akibat-karhutla-tembus-919-ribu-orang

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190730181324-20-416867/dinkes-dki-sebut-tren-penderita-ispa-meningkat-2016-2018https://www.medicinenet.com/upper_respiratory_infection/article.htm

https://www.medicinenet.com/upper_respiratory_infection/article.htm

1 Comment

  1. ปั้มไลค์
    July 3, 2020

    Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

Leave a Reply

More great articles

Maag, Penyakit Berbahaya tapi Sering Diabaikan

Maag adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan kita. Maag seringkali dianggap sebagai penyakit ringan dan diabaikan begitu saja. Mengapa? Karena…

Selengkapnya
Menstruasi - Menstruation

Siklus datang bulan tidak wajar: Amati siklus mu sebagai deteksi dini

Datang bulan merupakan suatu rutinitas yang dialami oleh para wanita. Datang bulan atau menstruasi pertama kali dialami pada saat gadis…

Selengkapnya

Selain untuk Perbanyak ASI, Ini Manfaat Lain Daun Katuk

Daun katuk atau Sauropus androgynus merupakan daun yang paling sering dianjurkan untuk dikonsumsi ibu melahirkan karena dipercaya mampu meningkatkan produksi…

Selengkapnya
Arrow-up