COVID-19 di RI

(data per 25 Oktober 2020)
389712
Positif
313764
Sembuh
13299
Meninggal
Pencegahan Info Kasus
Menstruasi - Menstruation

Siklus datang bulan tidak wajar: Amati siklus mu sebagai deteksi dini

dr. Roberta Charles

Datang bulan merupakan suatu rutinitas yang dialami oleh para wanita. Datang bulan atau menstruasi
pertama kali dialami pada saat gadis remaja berusia 12 atau 13 tahun. Pada saat inilah gadis remaja dianggap sudah menjadi wanita dewasa karena rahimnya sudah dapat berfungsi dengan baik atau dengan kata lain sudah dapat hamil dan melahirkan. Apakah semua gadis remaja mengalaminya di usia tersebut? Jawabannya tentu tidak. Kapan menstruasi pertama kali erat kaitannya dengan hormon seseorang. Hal ini dianggap normal sampai batas usia 16 tahun. Jika diatas 16 tahun gadis remaja belum mengalami datang bulan maka segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Datang bulan dialami selama 7 hari atau kurang setiap bulannya. Namun hal ini juga tidak sama pada setiap wanita. Ada sebagian wanita yang mungkin mengalami datang bulan lebih dari 7 hari dan mungkin saja dia tidak mengalami secara rutin setiap bulannya. Jika diantara kita mungkin ada yang mengalami keadaan seperti ini sebaiknya jangan bersikap acuh karena hal ini bukanlah hal yang normal. Sebenarnya datang bulan seperti apa yang perlu kita khawatirkan? Apakah jika tidak teratur kita perlu langsung memeriksakan ke dokter? Kita harus mengetahui datang bulan seperti apa yang tidak boleh kita acuhkan, berikut inilah keadaan yang perlu diperiksakan ke fasilitas kesehatan:

  1. Siklus lebih dari 14 hari

    Pada umumnya siklus haid yaitu 7 hari. Pada beberapa wanita mengalami haid lebih dari 7 hari. Hal ini umum terjadi karena keadaan hormon berbeda-beda pada setiap wanita. Namun, jika siklus haid lebih dari 14 hari perlu kita waspadai. Kita jangan acuh dan menganggap hal tersebut wajar. Jika hal ini terjadi pada wanita yang belum pernah hamil sebaiknya periksa sedini mungkin karena bisa saja ini merupakan salah satu faktor dari keadaan yang anda alami.
  2. Perdarahan berlebih : kurang dari 1-2 jam sudah mengganti pembalut

    Saat sedang datang bulan, wanita umumnya mengganti pembalut sebanyak 3-4 jam sekali. Satu pembalut dapat menampung 15-20 cc darah. Pada umumnya sekitar 80 cc darah per hari dikeluarkan wanita saat datang bulan. Jika diantara kita dapat mengganti pembalut sekitar 1-2 jam sekali atau bahkan kurang dari itu maka lebih dari 80 cc yang dikeluarkan setiap harinya. Hal ini tidak boleh dibiarkan saja karena jika keadaan seperti ini terjadi terus menerus setiap bulannya maka dapat menyebabkan terjadinya anemia. Jika anemia terjadi atau sampai jatuh ke keadaan yang berat maka diperlukan penanganan khusus atau bahkan tranfusi darah.
  3. Rasa sakit yang mengganggu aktifitas

    Saat haid terjadi peluruhan dinding rahim sehingga menyebabkan terjadinya perdarahan. Pada sebagian besar wanita juga merasakan sakit perut saat haid terjadi. Rasa sakit yang dialami ini wajar dialami saat datang bulan. Namun kita perlu waspada jika rasa sakit tersebut tidak berkurang dengan konsumsi obat anti nyeri atau bahkan rasa sakit dirasakan setiap hari selama haid dan bahkan sampai membuat aktifitas terganggu. Jika rasa sakit yang dirasa begitu hebat segeralah konsultasi kepada dokter ahli kandungan yang memiliki fasilitas untuk USG. Dari USG kita dapat melihat keadaan dalam rahim, yang ditakutkan adalah terdapat kista atau semacam daging tumbuh di rahim yang membuat saat dinding rahim meluruh perlu kekuatan yang lebih karena ada yang menghalangi dan rasa sakit begitu hebatlah yang dirasakan.

Beberapa keadaan tersebut dapat terjadi karena faktor hormonal tetapi tidak hanya hormon, terdapat beberapa hal dan keadaan lain yang mendukungnya, yaitu:

  1. Obesitas

    Obesitas berkaitan dengan index massa tubuh kita. Terdapat penelitian yang menemukan hasil bahwa index masa tubuh yang lebih dari 30 atau tergolong obesitas maka resiko siklus menstruasinya tidak teratur meningkat. Jika berat badan kita berlebih maka terdapat banyak lemak dalam tubuh yang dapat mempengaruhi hormon dalam tubuh kita sehingga siklus menstruasi dapat terganggu.
  2. Tingkat stress

    Stress berkaitan dengan salah satu hormon dalam tubuh kita yang disebut kortisol. Jika kortisol meningkat juga dapat mempengaruhi tingkat hormon reproduksi kita sehingga juga dapat berpengaruh terhadap siklus menstruasi kita.
  3. Merokok dan konsumsi alkohol

    Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa pada wanita perokok, kecenderungan siklus menstruasinya tidak teratur meningkat dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Begitu juga dengan wanita yang mengkonsumsi alkohol.
  4. Hiperkolesterol, Hipertensi, Diabetes mellitus

    Keadaan seperti ini merupakan beberapa penyakit metabolik yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Pada wanita muda yang siklus menstruasinya tidak teratur maka dianjurkan untuk diperiksa juga kadar gula darahnya karena jika gula darah meningkat maka menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur. Meningkatnya kadar koleterol berkaitan dengan obesitas.

Mulai saat ini perhatikanlah saat anda mengalami beberapa keadaan tersebut pada siklus datang bulan. Perbaiki pola makan dan pola hidup agar anda dapat menjadi lebih sehat. Selain itu, konsumsi obat hormonal dianjurkan dikonsumsi atas anjuran dari dokter spesialis kandungan. Jangan abaikan siklus menstruasi anda. Lakukan pencatatan secara berkala agar terlihat jika terdapat ketidakwajaran.

#KeepHealthyandFit!

Salam Sehat Hellofit!

dr. Roberta Charles

Baca juga artikel kesehatan lainnya: https://hellofit.id/category/kesehatan/

Referensi:

  • Jinju B, Susan P, Jin-Won. 2018. Factors associated with menstrual cycle irregularity and menopause. BMC Women’s Health; 18(36): 1-11
  • The American Academy of Pediatrics. 2015. Menstruation in Girls and Adolescents: Using the menstrual cycle as a Vital Sign. The American College of Obstetrician and Gynecologists; 651.
  • Caren G, Frank B, Janet E, Meir J, Walter C, Frank E, et al. 2002. Menstrual cycle irregularity and risk for future cardiovascular disease. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism; 87(5): 2013-2017.

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Muncul di Instagram UNICEF, Ini Pesan Nicholas Saputra Tentang Kesehatan Mental Anak

Organisasi PBB UNICEF mengunggah sebuah pesan video tentang kesehatan mental saat pandemi Covid-19 di akun instagramnya. Menariknya penyampai pesan ini…

Selengkapnya

9 Fakta Penting yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kecemasan

Bagi sebagian orang cemas dan khawatir dalam menjalani hidup adalah hal yang biasa. Namun di masa pandemi seperti sekarang ini,…

Selengkapnya

Nikmatnya Minum Kopi Menambah Berat Kerja Jantung

Kopi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari hari masyarakat indonesia, bahkan istilah menyebutkan "Orang Indonesia, Nggak 'Ngopi' Nggak Asik". Kopi…

Selengkapnya
Arrow-up