COVID-19 di RI

(data per 19 Oktober 2020)
365240
Positif
289243
Sembuh
12617
Meninggal
Pencegahan Info Kasus
Sunscreen Sunblock

Tidak Semua Tabir Surya Memiliki Manfaat

dr. Roberta Charles

Sebagian besar dari kita terutama wanita tidak asing dengan penggunaan tabir surya. Anak-anak sampai orang tua menggunakan tabir surya pada kehidupan sehari-hari. Sebelumnya tabir surya digunakan saat berenang atau melakukan aktifitas di luar ruangan yang sering terpapar sinar matahari saja seperti berlibur ke pantai dan berjemur. Tabir surya (Sunscreen) diyakini dapat menahan panasnya matahari mengenai kulit kita terutama wajah. Apakah pernyataan itu benar? Tabir surya seperti apa yang memang dapat melindungi kulit kita?

Paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet dapat mengakibatkan perubahan pada struktur dan kesehatan kulit kita. Jika itu terjadi kulit dapat berubah warna menjadi kemerahan seperti terbakar, menjadi lebih gelap dari kulit asli kita atau terjadinya penuaan dini serta kanker kulit pada jangka panjang. Sinar ultraviolet atau UV terbagi menjadi 3, UVA, UVB, UVC. Kulit membutuhkan perlindungan, oleh karena itu diperlukan tabir surya.

Gambar 1. Paparan UVA dan UVB menembus lapisan kulit (Gambar dikutip dari Melaleuca Journal, per 3 Juli 2020)

Tabir surya merupakan salah satu bahan kosmetik yang digunakan untuk dapat memantulkan atau menyerap sinar UV sehingga dapat mengurangi dampak negatif bagi kulit kita. Tabir surya dengan kandungan zinc oxide atau titanium oxide disebut sunblock dapat memantulkan sinar UV sedangkan sunscreen memiliki kandungan oxybenzone, para-aminobenzoic acid (PABA), octocrylene dan avobenzone yang dapat melindungi kulit dengan menyerap sinar UV. Namun terkadang karena pemakaian yang salah atau bahkan produk yang kita pilih memiliki kandungan yang salah yang membuat tabir surya seolah-olah tidak memiliki manfaat setelah kita gunakan.

Memilih Tabir Surya (Sunscreen) yang Tepat

Tabir surya memiliki banyak jenis yang ditawarkan kepada penggunanya. Kita sebagai pengguna harus bisa mengenali jenis kulit kita dan tabir surya yang cocok untuk dipakai dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut :

  1. Sesuai dengan jenis kulit kita

    Kulit kering : penggunaan jenis krim lebih disarankan karena mengandung pelembab. Jenis spray tidak dianjurkan karena jenis ini mengandung alcohol yang dapat membuat kulit menjadi lebih kering

    Kulit berminyak : jenis kulit ini berpotensi untuk tumbuh jerawat maka jenis gel lebih baik digunakan karena dapat menyerap lebih cepat dibandingkan dengan jenis lain. Jenis krim tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan pori-pori tersumbat dan kulit semakin berminyak

    Kulit sensitif : tabir surya tanpa alkohol dan pewangi sangat baik untuk jenis kulit ini

  2. “Broad-spectrum”

    Sebelumnya kita sudah tau bahwa sinar UV memiliki 3 jenis namun UVA dan UVB yang dapat merusak kulit kita. Istilah “broad-spectrum” digunakan untuk tabir surya yang dapat melindungi kulit dari keduanya. Jika kita tidak memilih tabir surya dengan manfaat seperti ini maka kulit tidak sepenuhnya terlindungi karena UVA dapat mempercepat terjadinya penuaan dan UVB dapat membuat kulit menjadi lebih gelap atau kemerahan seperti terbakar.

  3. Pertimbangkan nilai SPF

    Sun Protection Factor atau SPF sebaiknya disesuaikan dengan kulit kita. SPF merupakan daya perlindungan tabir surya bagi kulit dari sinar UV. Sampai saat ini tabir surya dengan perlindungan 100% belum ada. Di Indonesia SPF 30 yang umum digunakan yaitu perlindungan sebesar 97%. SPF lainnya 15 dan 50 dengan perlindungan masing-masing sebesar 93% dan 98%.

Cara Penggunaan Tabir Surya (Sunscreen) yang Tepat

Untuk menggunakan tabir surya kita perlu melakukan beberapa hal berikut agar mendapatkan manfaat yang maksimal, yaitu :

• Kocok terlebih dahulu sebelum menggunakan tabir surya dengan jenis lotion atau cairan agar kandungan yang ada dalam kemasan tercampur dengan baik sebelum diaplikasikan ke kulit kita.

• Jenis spray atau semprot sebaiknya di arahkan ke tangan terlebih dahulu sebelum diusapkan ke kulit kita terutama wajah.

• Gunakan tabir surya 30 menit sebelum melakukan kegiatan di luar ruangan. Jika sudah 30 menit diharapkan tabir surya sudah menyerap dan efektif melindungi kulit kita.

• Aplikasikan tabir surya dengan takaran yang cukup. Jika untuk penggunaan di daerah wajah, telinga dan leher kita perlu kurang lebih sebanyak 1 sendok teh atau 2 jari. Jika kita menggunakan untuk seluruh tubuh maka kita hanya perlu menambah 1 sendok teh lagi. Jika takaran berlebihan perlindungan pun tidak maksimal.

• Ulangi pemakaian tabir surya setelah 1-2 jam karena tabir surya tidak dapat melindungi kulit sepanjang hari.

Jadi mulai saat ini perhatikanlah beberapa hal tersebut agar tabir surya memberikan manfaat yang maksimal untuk kulit kita. Kesehatan tubuh sangatlah penting tak terkecuali kesehatan kulit kita. Bawalah payung atau gunakan penutup kepala seperti topi dan gunakan kaca mata untuk mendukung perlindungan kulit kita dari sinar UV.

#KeepHealthyandFit! Salam Sehat Hellofit!

dr. Roberta Charles

Baca juga artikel kesehatan lainnya: https://hellofit.id/category/kesehatan/

Referensi:

• Geoffrey K, Mwangi A, Maru S. 2019. Sunscreen products: Rationale for use, formulation development and regulatory considerations. Saudi Pharmaceutical Journal; 27: 1009-1018.

• Matta M, Zusterzeel R, Pilli N, Patel V, Donna A, Volpe, et al. 2019. Effect of
Sunscreen Application Under Maximal Use Conditions on Plasma Concentration of Sunscreen Active Ingredients. JAMA; 321(21): 2082-91.

• Putri Y, Kartamihardja H, Lisna I. 2019. Formulasi dan Evaluasi Losion Tabir Surya Ekstrak Daun Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni M. Jurnal Sains Farmasi & Klinis; 6(1): 32-36.

• Pratama W dan Zulkarnain A. 2015. Uji SPF in Vitro dan Sifat Fisik Beberapa Produk Tabir Surya yang Beredar di Pasaran. Majalah Farmaseutik; 11(1): 275-83.

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Langkah-Langkah Cuci Tangan yang Benar hingga Kuman Mati

Percaya atau enggak, satu studi dari Michigan State University menemukan bahwa hanya 5% dari 3.749 orang yang mencuci tangan mereka…

Selengkapnya

Penyebab dan Cara Obati Tetanus

Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan oleh bakteri Clostridium Tetani ditandai dengan otot yang menegang khususnya rahang…

Selengkapnya

Diklaim dapat Percepat Pemulihan Operasi Caesar, Amankah Konsumsi Ikan Gabus?

Ibu yang melahirkan secara operasi caesar memang membutuhkan waktu lebih lama untuk pemulihan. Selain pemulihan dengan istirahat, konsumsi makanan juga…

Selengkapnya
Arrow-up