COVID-19 di RI

(data per 25 Oktober 2020)
389712
Positif
313764
Sembuh
13299
Meninggal
Pencegahan Info Kasus
Vitiligo

Vitiligo

Dr. Kezi'ah Wulan Tuerah

Apakah Sobatfit pernah mendengar kata ini sebelumnya? Pernahkah melihat kondisi kulit dengan bercak-bercak yang lebih terang dari kulit aslinya? Apakah mungkin Anda sendiri, atau orang terdekat ada yang mengalami vitiligo?

Buat para Sobatfit yang belum tahu, vitiligo adalah suatu kondisi medis autoimun yang menyebabkan hilangnya warna kulit sehingga terlihat bercak-bercak putih pada kulit di beberapa bagian tubuh, terutama pada wajah, leher, dan tangan. Kondisi penyakit ini dialami 1% dari seluruh populasi di dunia. Akibat dari vitiligo dapat terlihat langsung, dan mempengaruhi estetika seseorang, sehingga para penderita seringkali mengalami kendala dalam interaksi sosial dan persepsi diri mereka. Sobatfit harus tahu, tidak semua penyakit kulit dengan bercak-bercak putih itu menular, termasuk vitiligo. Yuk, kita baca lebih dalam!

Apa saja gejala vitiligo?

Vitiligo biasa mulai dengan adanya bercak kecil yang lebih pucat dari kulit sekitar, yang lama-kelamaan bisa membesar dan menyebar. Terkadang kondisi ini juga bisa mempengaruhi akar-akar rambut, sehingga rambut pada kepala, alis, atau bulu mata juga menjadi putih. Daerah kulit dengan bercakbercak putih tersebut menjadi lebih rentan terhadap sinar matahari. Dilaporkan juga bahwa beberapa orang merasa sedikit gatal pada bercak yang ada, namun sebagian besar tidak mengalami keluhan.

Bagian tubuh yang paling sering terkena:

  • Daerah mulut bagian luar, dan terkadang bagian dalam
  • Mata
  • Leher
  • Jari-jari tangan dan pergelangan tangan
  • Ketiak
  • Selangkangan
  • Daerah kemaluan

Vitiligo bisa muncul di usia berapapun, tetapi biasanya terjadi dibawah usia 30 tahun.

Seberapa luas kulit yang terlibat pun bervariasi, tergantung tipe vitiligo yang dialami :

  • Universal vitiligo: tipe vitiligo ini biasanya mengenai hampir seluruh badan
  • Generalized vitiligo: tipe yang paling sering terjadi; bercak muncul secara simetris pada tubuh
  • Segmental vitiligo: hanya satu sisi tubuh yang terpengaruhi
  • Localized vitiligo: salah satu bagian atau beberapa bagian tubuh yang terkena
  • Acrofacial vitiligo: hanya mengenai wajah dan tangan saja

Sampai saat ini, belum ada metode untuk memprediksi bagaimana kondisi ini akan berkembang untuk setiap orangnya. Terkadang bercak-bercak dapat berhenti bertambah tanpa diberikan obat, namun ada juga yang terus berkembang hingga hampir seluruh badan terpengaruh.

Kok bisa kena vitiligo?

Kondisi ini terjadi ketika sel melanosit rusak, sehingga produksi zat melanin terhenti. Melanin ini yang bertugas memberikan warna pada kulit, rambut, dan mata. Bagian kulit yang terpengaruhi, akan menjadi lebih terang dibandingkan kulit aslinya. Inilah beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya vitiligo:

  • Penyakit autoimun: sistem imun seseorang menyerang sel melanosit diri sendiri. Umumnya, orang dengan vitiligo pun memiliki riwayat penyakit autoimun lainnya seperti hipertiroid, lupus, atau diabetes, pada dirinya atau pada keluarga.
  • Keturunan: faktor genetika memiliki peran penting dalam vitiligo. Ditemukan bahwa melanosit orang dengan vitiligo, tampak lebih rentan untuk rusak apabila terpapar dengan radikal bebas dalam tubuh.
  • Terdapat pemicu lainnya seperti, stres, luka bakar matahari yang berat, luka pada kulit, atau terpapar dengan bahan-bahan kimia.
  • Riwayat kanker: seperti kanker kulit (melanoma) atau kanker limfa (non-hodgkin lymphoma)

Kesimpulannya, dr. Richard Spritz, spesialis anak dan ahli genetika di University of Colorado, mengatakan bahwa vitiligo disebabkan oleh penyakit autoimun yang di inisiasi oleh kerusakan sel melanosit, dapat diperburuk oleh paparan terhadap bahan-bahan kimia, dan faktor genetik juga berperan penting dalam kerusakan sel tersebut.

Berarti vitiligo tidak berbahaya ya?

Benar sekali Sobatfit! Vitiligo pada umumnya tidak berbahaya, namun orang dengan vitiligo memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami:

  • Tekanan sosial dan pikiran Hal ini dikarenakan masyarakat yang sering salah kaprah. Sering kali orang dengan vitiligo dianggap dapat menularkan bercak-bercak tersebut kepada orang sekitar. Ingat ya, vitiligo tidak disebabkan oleh infeksi sehingga tidak akan menular. Pada umumnya kepercayaan diri juga dapat terpengaruhi karena bercak-bercak seringnya muncul pada daerah yang lebih terlihat.
  • Terbakar sinar matahari Seperti yang sudah dikatakan beberapa kali, melanosit orang dengan vitiligo kan jauh lebih rentan terhadap sinar matahari sehingga kulitnya sangat gampang terbakar.
  • Masalah mata Vitiligo juga diasosiasikan dengan gangguan mata seperti inflamasi iris atau uveitis, bila sel melanosit yang di mata ikut terpengaruh.
  • Berkurangnya pendengaran Bila melanosit dalam telinga ikut terpengaruh, makan sebagian penderita akan mengalami penurunan daya pendengaran

Jadi apa yang bisa saya lakukan?

Bercak-bercak putih pada vitiligo umumnya bersifat permanen, maka dari itu penanganan bertujuan untuk mencegah perburukan atau perluasan, dan juga untuk mengurangi penampakannya.

Prinsip paling penting adalah, wajib menggunakan tabir surya saat akan beraktifitas di luar, karena seperti yang sudah dikatakan melanosit para penderita vitiligo lebih rentan dan rapuh. Apabila bercaknya kecil dan berada pada wajah, dapat ditutupi dengan menggunakan alat-alat make up seperti foundation dan krim-krim kamuflase lainnya. Akan disebutkan beberapa pilihan tatalaksana yang tersedia sampai saat ini:

  • Krim topikal
    Ada yang menggunakan krim steroid untuk mengembalikan pigmen warna pada kulit, namun penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan selulit dan penipisan kulit. Ada juga krim lain seperti calcineurin inhibitor topikal (seperti tacrolimus atau pimecrolimus), dan vitamin D analog topikal (seperti calcipotriol atau tacalcitol), yang sudah terbukti memberikan hasil yang memuaskan.
  • Terapi cahaya
    Fototerapi dengan menggunakan ultraviolet B (UVB) telah terbukti dapat memperlambat atau menghentikan penyebaran vitiligo aktif. Membutuhkan fototerapi sekitar 2-3x per minggu, dan hasil baru kelihatan setelah 1-3 bulan terapi. Hasil paling memuaskan akan terlihat setelah 6 bulan. Lebih baik lagi, apabila fototerapi dilakukan bersama dengan pengobatan krim topikal.
  • Operasi
    Bila vitiligo tidak membaik dengan krim dan fototerapi, dapat dilakukan operasi cangkok kulit. Namun ini dengan catatan, masih ada pigmen sehat pada bagian tubuh lain. Cangkok kulit sehat biasa di ambil dari bokong atau pinggul.
  • Depigmentasi
    Tatalaksana ini dapat menjadi pilihan untuk orang dewasa yang 50% badannya mengalami perubahan warna akibat vitiligo. Pada proses ini, akan dioleskan suatu lotion (dengan dasar hydriquinone) untuk mengubah sisa kulit yang sehat untuk disamakan warnanya dengan bercakbercak vitiligo yang sudah ada.

Jadi apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu?

Yang paling penting adalah jangan pernah mengucilkan adan menghindari orang-orang dengan vitiligo. Sekali lagi ditekankan, VITILIGO TIDAK MENULAR. Apabila Sobatfit ingin menjadi masyarakat yang budiman, maka sebaiknya bantu mengedukasi orang-orang sekitar. Terutama apabila ada orang terdekat yang juga mengalami vitiligo. Orang-orang dengan vitiligo membutuhkan dukungan moral dan emosi yang tinggi. Kebanyakan pasti akan merasa kurang percaya diri akibat perbedaan pada kulit mereka. Namun harus di ingat, penampilan bukanlah segalanya, dan berbeda itu bukan masalah.

Bantulah orang-orang dengan vitiligo untuk dapat menerima diri mereka apa adanya, dan kasihilah mereka seperti Anda mengasihi diri Anda sendiri.

Baca juga artikel kesehatan lainnya: https://hellofit.id/category/kesehatan/

Stay fit with Hellofit!

dr. Kezi’ah Wulan Tuerah.

Referensi:

https://www.nhs.uk/conditions/vitiligo/ https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vitiligo/symptoms-causes/syc-20355912

https://www.health.harvard.edu/blog/vitiligo-more-than-skin-deep-2019092617885

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Masih Ancam Kota Besar, Ini Dampak Sanitasi Buruk bagi Kesehatan

Salah satu tantangan bagi kawasan perkotaan padat penduduk seperti Jakarta adalah sistem sanitasi dari warga masyarakatnya. Sebagai ibu kota ternyata…

Selengkapnya

Kenali Jenis Sakit Kepala Anda

Sakit kepala merupakan keluhan kesehatan yang sering dialami oleh setiap orang, tanpamengenal batasan usia maupun jenis kelamin (pria atau wanita).…

Selengkapnya

Tuberkulosis, Penyakit Menular yang Diderita 10 Juta Orang di Dunia

Tuberkulosis atau sering disebut TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis dan termasuk penyakit menular yang berbahaya. Penularan dapat…

Selengkapnya
Arrow-up