COVID-19 di RI

(data per 21 September 2020)
248852
Positif
180797
Sembuh
9677
Meninggal
Pencegahan Info Kasus

Waspadai Gejala dan Siklus Penularan Malaria

Hellofit

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit. Ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk. Di Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur merupakan daerah endemis malaria di Indonesia. Kendati jumlah penderita malaria di Indonesia sudah mengalami penurunan sejak tahun 2010 tapi jumlahnya masih tergolong tinggi mencapai 200 ribuan.

Baca Juga: Benarkah Terapi COVID-19 Sudah Ditemukan?

Hingga hari ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah penyakit yang sering terjadi pada daerah tropis dan subtropis ini. Pencegahan pun ditekankan pada pencegahan gigitan nyamuk dengan pemasangan kelambu dan penggunaan pakaian pelindung. Ketika berkunjung ke daerah yang dikenal endemis malaria, biasanya akan dianjurkan meminum obat pencegahan. Sayangnya banyak parasit penyebab malaria yang mulai kebal terhadap obat-obatan pencegahan yang umum diberikan.

Gejala

Jika anda terinfeksi parasit penyebab malaria, anda mungkin mengalami gejala setelah beberapa minggu setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Namun beberapa parasit penyebab malaria mungkin tertidur di dalam tubuh anda selama setahun. Gejala umum yang terjadi ketika anda terinfeksi parasit malaria meliputi demam, panas dingin, sakit kepala, mual dan muntah, nyeri otot dan merasa kelelahan. Anda juga mungkin berkeringat, batuk dan merasakan nyeri pada bagian dada dan perut. Sebagian orang juga mengalami siklus malaria, meliputi menggigil dan kedinginan, demam tinggi, berkeringat lalu kembali pada suhu normal.

Dua parasit penyebab malaria yang paling berbahaya

Setidaknya terdapat 5 jenis parasit penyebab malaria, tapi ada 2 dari antaranya yang dianggap paling berbahaya yakni:

  • Plasmodium falciparum merupakan parasit malaria yang sering ditemukan di Benua Afrika. Jenis parasit ini adalah yang terbanyak menyebabkan kematian penderita malaria di dunia. Perkembangbiakannya juga sangat cepat. Saat menginfeksi manusia, parasit tersebut menyebabkan kehilangan banyak darah dan menyumbat pembuluh darah.
  • Plasmodium vivax adalah parasit malaria yang paling umum ditemukan di Asia dan Amerika Latin. Spesies ini dapat tertidur, lalu bangkit untuk menginfeksi darah anda berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah gigitan nyamuk.

Siklus penularan parasit melalui nyamuk

Siklus penularan malaria kepada manusia pada umumnya akan dimulai dari gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit. Setelah itu, parasit akan menuju organ hati. Beberapa parasit akan tinggal di sana dan tidak aktif selama satu tahun. Setelah parasit matang, mereka meninggalkan hati dan menginfeksi sel darah merah. Di sinilah mulai terlihat gejala malaria. Jika ada nyamuk yang menggigit anda pada saat terinfeksi malaria, maka nyamuk tersebut akan ikut terinfeksi dan membawa parasit ketika menggigit orang lain. Begitulah malaria bisa menular dari satu orang ke orang lainnya. Penularan dari manusia kepada manusia juga mungkin terjadi dari ibu ke janin di dalam kandungan, ketika anda melakukan tranfusi darah atau berbagi suntik untuk penyalahgunaan narkoba.

Cara mencegah

Cara mencegah malaria dapat dilakukan dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk yang biasanya lebih aktif pada pagi dan sore hari. Anda bisa mencegahnya dengan mengenakan pakaian yang optimal menutupi kulit atau menggunakan lotion anti nyamuk. Selain itu, penggunaan kelambu pada saat tidur, menutup ventilasi dengan jaring anti nyamuk, membersihkan lingkungan dari genangan air serta penggunaan raket nyamuk juga dapat membantu dalam upaya pencegahan. Makanlah obat pencegah malaria pada saat ingin berkunjung ke daerah endemis malaria.

Cara mengobati

Penyakit malaria perlu ditangani dengan segera. Oleh karena itu, jika anda mencurigai kemunculan gejala malaria, sebaiknya anda segera mencari pertolongan medis. Dokter akan memberikan obat secara dini jika anda didiagnosis mengalami malaria. Mengapa harus ke dokter?

Obat malaria hanya bisa diakses dengan resep dan tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan. Hal ini karena obat malaria akan disesuaikan dengan jenis malaria yang sedang diderita oleh pasien. Selain jenis obat, lama penggunaan obat juga bisa saja berbeda-beda satu sama lain. Pengobatan memang dapat membantu untuk sementara tapi perawatan medis juga sangat dibutuhkan.

Kalau Anda masih khawatir atau bingung seputar masalah tidur anak Anda, jangan ragu ya untuk mengkonsultasikan dengan dokter-dokter di Hellofit, ya!

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/malaria/symptoms-causes/syc-20351184

https://www.webmd.com/a-to-z-guides/malaria-symptoms#1

http://indonesiabaik.id/infografis/situasi-malaria-di-indonesia#:~:text=Situasi%20malaria%20di%20Indonesia%20menunjukkan,%2C%20Papua%20Barat%2C%20dan%20NTT.

https://www.liputan6.com/health/read/3952042/198-juta-penduduk-indonesia-terbebas-dari-malaria

https://www.cdc.gov/malaria/about/faqs.html

0 Comments

Leave a Reply

More great articles

Seluk Beluk Penyakit Jantung yang Tak Banyak Diketahui

Penyakit jantung yang sering juga disebut sebagai penyakit kardiovaskular merupakan gangguan pada kerja jantung karena adanya penyempitan pada pembuluh darah…

Selengkapnya

Apa Itu Myasthenia Gravis?

Myasthenia gravis adalah gangguan pada komunikasi normal saraf dan otot sehingga perintah otak untuk menggerakkan otot tidak direspon maksimal. Penyakit…

Selengkapnya

Banjir ROB Melanda Sebagian Wilayah Indonesia, Waspadai Penyakit Ini

Dalam seminggu belakangan ini banjir rob atau banjir karena pasang air laut melanda beberapa wilayah di Indonesia. Berdasarkan pantauan dari…

Selengkapnya
Arrow-up